Indeks
Wisata  

Selama Pandemi Hanya 50 Persen Angkutan yang Beroperasi

Ilustrasi sepinya penumpang

Batu, Memox.co.id – Kebijakan larangan mudik yang diterapkan sejak 22 April lalu sampai 24 Mei kedepan membuat usaha persewaan mobil dan Organda (Organisasi Angkutan Darat) di Kota Batu terancam bangkrut. Pasalnya, pembatasan mobilitas ini menjadi pengaruh besar mengingat Kota Batu merupakan salah satu kota destinasi wisata, Rabu(28/04/2021).

Seperti yang dikatakan Bidang Hukum Organda Kota Batu Rudi Eko Purnomo, biasanya tempat tempat wisata didominasi oleh luar kota saat ini kami hanya mengandalkan wisatawan lokal saja.”Selama setahun Kota Batu digempur pandemi, penurunan jumlah angkutan kota yang beroperasi di Kota Apel telah menurun hingga 50 persen,” akunya.

Dijelaskan juga olehnya, per April jumlah angkutan yang beroperasi berjumlah 140 armada dari total 280 armada. Tak hanya itu saja, jumlah penyetoran yang biasanya berkisar antara Rp 40 ribu – Rp 50 ribu kini nominal yang disetorkan disesuaikan dengan hasil yang diperoleh.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Rent Car Indonesia (RCI) Malang Raya, Zainudin mengakui pihaknya juga terkena imbas oleh ebihakan pelarangan mudik saat ini. Secara gamblang ia menguraikan penurunan omset usaha rental mobil di Kota Batu rata-rata terjun bebas hingga diangka 70 persen.

“Bahkan beberapa usaha rent car ada yang mengembalikan mobilnya kepada bank swasta karena tidak sanggup mengangsur cicilan. Kalau dibiarkan seperti ini tidak menutup kemungkinan akan ada yang gulung tikar,” jelas Zainuddin. (fik/rul)

Exit mobile version