MEMOX.CO.ID – Sebanyak 28 kejadian kecelakaan lalu lintas terjadi selama Operasi Patuh Semeru 2024 di Kabupaten Malang. Operasi yang berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 15-28 Juli 2024, satu orang dinyatakan meninggal dunia (MD).
Walaupun begitu, Kasi Humas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, mengatakan tingkat fatalitas ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu (2023) yang korban MD-nya mencapai enam orang.
“Tapi kalau jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas naik. Dari 23 kejadian di tahun 2023, tahun 2024 ini menjadi 28 kejadian kecelakaan. Tapi tingkat fatalitas menurun. Dari 6 orang meninggal dunia 2023, tahun ini hanya 1,” katanya.
Lebih lanjut Dicka menjelaskan, penurunan angka fatalitas dikarenakan kesadaran masyarakat tentang bahayanya berkendara cukup tinggi. Selain itu, upaya-upaya preemtif dan preventif juga gencar dilakukan.
Berupa, perubahan mindset terhadap masyarakat, sosialisasi rutin hingga ke sekolah-sekolah, kemudian komunitas pekerja maupun pabrik.
“Di jalan kita juga turun terkait penyebaran brosur, pemasangan spanduk terkait pencegahan laka lantas,” katanya.
Sehingga jika dikalkulasi, sebanyak 2.426 pengaturan jalan, 2.237 penjagaan, dan 35 pengawalan serta 3.538 patroli sudah dilakukan selama Operasi Patuh Semeru 2024.
Tidak hanya itu, pemasangan spanduk maupun stiker juga gencar dilakukan. Jumlahnya, 53 spanduk telah terpasang, 7.574 leaflet. 6.505 stiker, dan 2 billboard.
“Selama Ops Semeru setiap hari kita lakukan sosialisasi. Dan titik rawan kecelakaan lalu lintas yakni wilayah utara, sepanjang jalan Lawang – Singosari. Lalu di Kepanjen dari Malang – Blitar,” pungkasnya. (nif/fik)
