Namun dampak dari laka ini bisa memotong pertumbuhan ekonomi. Apalagi yang terlibat adalah usia-usia produktif yang menjadi harapan keluarga, maka perlu evaluasi serius untuk mencegah makin banyak korban. Baik dengan penanganan pengaturan lalu lintas, hingga koordinasi dengan relawan dan warga.
“Korbannya paling banyak diketahui sebagai karyawan swasta atau kalangan pekerja dengan angka 1.005 korban atau 71 persen. Disusul pelajar dan mahasiswa,” katanya.
“Ini jadi PR bagi kami apa langkah yang harus dikerkakan dan evaluasi. Agar nanti semakin bisa menekan angka kecelakaan dengan formula yang pas,” pungkasnya. (nif).
