MEMOX.CO.ID – Sejumlah sekolah di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, hingga pertengahan September 2025 masih belum merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Padahal, program nasional yang masuk dalam Asta Cita Presiden Prabowo tersebut telah berjalan di berbagai daerah di Indonesia.
Keterlambatan ini disebabkan sekolah-sekolah di Kepanjen masih menunggu kepastian dari pihak penyedia sarana penyelenggara pangan gizi (SPPG) atau dapur yang ditunjuk untuk menyalurkan paket makanan.
Dari pihak SMP Negeri 4 Kepanjen, Kepala Tata Usaha, Hariadi, menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pengisian data penerimaan MBG sejak akhir 2024 lalu, termasuk jumlah murid di tiap kelas. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.
“SPPG memang sudah datang, tetapi sampai sekarang belum ada instruksi pelaksanaan MBG,” jelas Hariadi. Saat ini, SMPN 4 Kepanjen memiliki sekitar 1.086 murid yang menunggu program tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh SMPN 1 Kepanjen. Kepala TU, Syifa, mengatakan pihak sekolah telah dikunjungi SPPG beberapa minggu lalu untuk melakukan verifikasi. Namun, distribusi MBG masih belum dimulai.
“Kami sudah siap menjalankan program ini. Tempat dan mekanisme pembagian sudah disiapkan, hanya tinggal menunggu kepastian dari pihak dapur MBG,” terangnya. SMPN 1 sendiri memiliki sekitar 1.040 murid.
Syifa menambahkan, dalam satu dapur MBG mampu menyiapkan hingga 4.000 kotak makanan. Nantinya, SMPN 1 Kepanjen akan berada dalam satu dapur dengan SMPN 4 dan SMAN 1 Kepanjen.
Berdasarkan informasi sementara, pelaksanaan MBG di Kepanjen diperkirakan akan dimulai pada Oktober 2025. Meski begitu, pihak sekolah masih menunggu kepastian resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pemerintah daerah.(ume/aye)






