Sediakan 4 Dokter Spesialis Kandungan
Sumenep, Memo X – Masyarakat Sumenep kini tidak perlu khawatir lagi terhadap persalinan ibu hamil yang berisiko tinggi. Sebab, saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, telah menyiapkan pelayanan khusus untuk persalinan ibu hamil yang berisiko tinggi.
Direktur RSUD dr.H.Moh.Anwar Sumenep dr. Erliyati menjelaskan pelayan itu untuk meminimalisir ibu hamil yang berisiko tinggi agar tidak menambah risiko kepada ibu dan bayi yang ada di dalam kandungannya. Apabila terjadi pendarahan, otomatis RSUD Sumenep akan berkomunikasi dengan PMI untuk menyiapkan kondisi yaitu menyiapkan darah.
”Ibu bersalin yang berisiko tinggi sebisa mungkin diminimalisir agar risiko yang akan timbul itu bisa ditata-laksanakan di rumah sakit. Ini akan ditata-laksanakan oleh Specialis Obsgin (Obstetri Ginekologi) yang bekerjasama dengan Specialis Anastesi,” tuturnya.
Kemudian, lanjut Erliyati, bagi pasien yang dikira memerlukan oksigen, maka otomatis RSUDMA menyiapkan oksigen terlebih dahulu. Tentunya semua ini akan lebih bermakna dari pada langsung dirujuk tetapi pihak RSUDMA tidak melakukan stabilisasi.
“Rumah sakit kita sudah mempunyai 4 dokter spesialis kandungan yang handal. diantaranya dr. Rahmi Utami, dr. Wongso Suhendro, dr. Onggo dan dr Ali Rahman. Mereka itu yang akan melakukan bantuan persalinan,” jelasnya.
Diharapkan pada pasien untuk selalu berkomunikasi dengan dokter spesialis yang ada di rumah sakit, sebab mereka akan mengarahkan tata laksana yang bertujuan ketika dilakukan transfortasi dari bidan desa ke puskesmas atau dari puskesmas ke rumah Sakit.
“Semua itu harus ditata-laksanakan dengan benar sesuai dengan instruksi. Jadi tidak serta merta langsung berangkat. Akan tetapi tetap harus berkomunikasi dulu dengan tata laksana, stabilisasi dulu baru, ditata laksanakan rujukan,” ujarnya.
Sisi dari pengobatan itu, salah satunya adalah Sugesti TRUST yang harus terbangun antara pemberi pelayanan dan yang dilayani. Ketika itu terbangun diharapkan hasilnya optimal. Sebab sudah sesuai tata laksana sebelumnya yang telah dilakukan.
”Pihak rumah sakit juga berharap jangan sampai terlambat merujuk, agar sesuatu yang harus diminimalisir bisa mendapat hasil yang maksimal,” pungkasnya. (dan/edo)
