PWI dan Polres Bondowoso Santuni Korban Terdampak Ambrolnya Jembatan Sentong

PWI dan Polres Bondowoso Santuni Korban Terdampak Ambrolnya Jembatan Sentong
Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu bersama Waka Polres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, saat membagikan parsel dan uang tunai langsung kepada masyarakat. (foto:arif/memox)

MEMOX.CO.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso berkolaborasi dengan Polres Bondowoso menggelar kegiatan Safari Sedekah Ramadan dengan memberikan santunan kepada puluhan masyarakat dan pelaku UMKM yang terdampak ambrolnya Jembatan Sentong. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di Mapolsek Kota Bondowoso, Senin (9/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, panitia membagikan bingkisan parcel serta uang santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak secara ekonomi akibat putusnya akses jembatan yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.

Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, mengatakan kerusakan jembatan membuat para sopir angkutan dan pelaku usaha harus memutar lebih jauh sehingga biaya operasional, terutama bahan bakar, menjadi semakin meningkat.

“Sejak jembatan ambles, para sopir harus memutar lebih jauh. Otomatis biaya BBM makin mahal. Karena itu kami bersama Polres Bondowoso dan rekan-rekan jurnalis ingin sedikit berbagi rezeki. Mudah-mudahan apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban bapak ibu semua,” ujar Sinca.

Ia menjelaskan, kegiatan sosial tersebut juga berawal dari hasil liputan para jurnalis di lapangan yang kemudian disampaikan kepada pihak kepolisian hingga akhirnya terwujud kegiatan santunan bagi masyarakat terdampak.

“Ini merupakan hasil dari liputan kami di lapangan. Kami sampaikan kepada pemangku kebijakan, dalam hal ini Bapak Kapolres. Alhamdulillah ditangkap dan akhirnya lahirlah kegiatan berbagi pada sore hari ini,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini lokasi pangkalan para sopir angkutan juga telah dipindahkan sementara agar jarak tempuh tidak semakin jauh. “Biasanya pangkalan sopir berada di sisi selatan jembatan, tapi sekarang dipindah ke Nangkaan agar tidak terlalu memutar dan biaya BBM bisa sedikit berkurang,” tambahnya.

Sementara itu, Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, berharap masyarakat tetap bersabar atas kondisi yang terjadi sambil menunggu proses penanganan dari pemerintah.

“Memang ini kejadian yang tidak kita harapkan. Tapi kita tetap berharap penanganannya bisa segera dilakukan. Surat sudah kami kirim ke PU Provinsi agar pembangunan jembatan darurat, khususnya untuk sepeda motor dan pejalan kaki, bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, nantinya akan dibuat jalur alternatif agar arus lalu lintas tidak terlalu padat akibat pengalihan kendaraan. “Rencananya sepeda motor akan dibuatkan jalur alternatif melalui jembatan kecil di sekitar lokasi, sehingga kendaraan roda empat bisa tetap lewat jalur utama dan tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Selain itu, Kompol Gede juga menegaskan bahwa kepolisian selalu terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau aspirasi.

“Polisi ini milik masyarakat. Kalau ada keluhan atau persoalan silakan datang. Rumah dinas saya terbuka 24 jam untuk masyarakat. Mari kita jaga kebersamaan ini, karena polisi, media, dan masyarakat adalah satu kesatuan,” pungkasnya. (rif/syn)