MEMOX.CO.ID – Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ambil bagian dalam kegiatan bertajuk The Two Become One yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bondowoso di Citiplaza Bondowoso, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut mengusung semangat kolaborasi antara budaya pribumi dan Tionghoa. Selain mendorong sinergi ekonomi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Ketua PSMTI Bondowoso, Immanuel, mengatakan konsep The Two Become One dimaknai sebagai penyatuan dua kebudayaan dalam satu kegiatan. Dari 50 UMKM yang terlibat, sekitar 40 persen merupakan pelaku usaha dengan produk berciri khas Tionghoa, sedangkan mayoritas lainnya merupakan UMKM pribumi. Seluruh produk makanan yang disajikan dalam kegiatan tersebut dipastikan halal.
“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama berkembang dan membantu rekan-rekan UMKM yang ada di Bondowoso,” ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan The Two Become One juga menjadi momentum untuk memperluas sinergi dengan berbagai pihak. Pada hari pertama, panitia mengundang PSMTI Jember, pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta PLN.
Selain penguatan sektor UMKM, PSMTI Bondowoso turut menegaskan komitmennya terhadap kegiatan sosial. Sejumlah kegiatan telah dilakukan, di antaranya membantu korban kebakaran rumah, bedah rumah, hingga memberikan bingkisan kepada penghuni panti jompo.
Kontribusi sosial juga diwujudkan melalui pembangunan fasilitas masyarakat. Secara nasional, PSMTI turut berpartisipasi dalam pembangunan jembatan gantung di wilayah Arjasa dan Jember Dukurambi pada bulan sebelumnya.
“The Two Become One menjadi momentum memperkuat sinergi dan kepedulian sosial.” pungkasnya.
Melalui The Two Become One, PSMTI Bondowoso berharap kolaborasi lintas budaya tersebut dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM sekaligus masyarakat secara lebih luas.(rif/syn)






