MEMOX.CO.ID – Sebanyak 111 anggota Pramuka dilibatkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kota Malang. Mereka bergabung dengan personel TNI, Polri, dan organisasi masyarakat untuk bertugas di sejumlah Pos Pengamanan Nataru.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan keterlibatan Pramuka diharapkan dapat membantu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama perayaan Nataru. Terutama bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah Natal, wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang, serta kelancaran arus lalu lintas menjelang dan setelah Tahun Baru.
“Saya berharap dengan bergabungnya adik-adik anggota Pramuka ini bisa sama-sama menjalankan amanah dengan baik untuk mengamankan Kota Malang,” ujar Wahyu,
Menurutnya, sinergi lintas sektor dalam pengamanan Nataru sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Pemerintah Kota Malang, kata dia, selalu mendapat dukungan penuh dari TNI/Polri serta unsur masyarakat, termasuk Pramuka.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami banyak dibantu oleh TNI/Polri dan anggota Pramuka untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang datang ke Kota Malang,” imbuhnya.
Pengamanan Nataru ini difokuskan pada titik-titik strategis, seperti rumah ibadah, pusat keramaian, jalur wisata, serta ruas jalan utama, guna memastikan situasi tetap kondusif selama libur akhir tahun.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, mengatakan para personel akan disebar di delapan pos pengamanan yang tersebar di lima kecamatan. Pengamanan dilaksanakan mulai 24 Desember hingga 5 Januari 2026.
“Personel berasal dari delapan Saka, antara lain Saka Bhayangkara, Dirgantara, Bahari, dan Wirakartika, serta unsur Kwartir Ranting,”tungkasnya.
Sebelum diterjunkan, para anggota akan dikukuhkan dan dilepas secara seremonial oleh Ka Mabicab Pramuka Kota Malang yang juga Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, guna memberikan motivasi kepada peserta.
Dalam pelaksanaannya, personel Pramuka dibagi dalam beberapa shift dengan batas waktu tugas maksimal hingga pukul 22.00 WIB. Tugas utama meliputi bantuan pengaturan lalu lintas, penyeberangan, pengamanan kegiatan ibadah Natal di gereja, serta pelaporan jika terjadi gangguan kamtibmas kepada petugas pos pengamanan.
“Koordinasi sudah kami lakukan dengan Polresta. Hari ini tinggal pelepasan,” pungkas Ginanjar.(fat/han)






