Porf Ludfi Djakfar : Buka Jalan Baru Satu Solusi Atasi Kemacetan

Numpuknya Arus lalin Tol di Singosari Potret Baru Kemacetan.

Kota Malang,Memox.co.id – Menumpuknya arus lalu lintas (lalin) di sekitar pintu keluar tol di Singosari merupakan potret masalah baru kemacetan. Apalagi arus lalu lintas (lalin) keluar pintu Tol Malang-Pandaan (Mapan) jadi penyumbang kemacetan.

Hingga perlunya pembangunan jaringan jalan baru di Kota Malang merupakan satu-satunya solusi atasi macet. Jalan baru yang mengakses dari Jalan-jalan Wisnuwardhana hingga Sulfat merupakan salah satu solusi paling nyata jelang exit tol Madyopuro.

Hal ini terungkap dalam diskusi Malang Post bertajuk “Solusi Atasi Macet Pascatol Mapan’, yang diikuti perwakilan Satlantas Polres Malang Kota dan Polres Malang Kabupaten, Jumat (14/6/19).

Diskusi yang menghadirkan berbagai pemangku kebijakan serta pakar lalin Kota Malang. Di antaranya DPRD Kota Malang,  Dinas PUPR Kota Malang, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Dinas Perhubungan Kota dan Kabupaten, Barenlitbang Kota Malang, Bappeda Kabupaten Malang.

Termasuk dari PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM), Polres Malang, Polres Malang Kota hingga pakar lalu lintas dan transportasi dari perguruan tinggi.

Belum lagi saat exit tol Pakis dan tol Madyopuro dibuka ketika kelar pembangunannya. Exit tol Pakis yang sempat dibuka fungsional saat arus mudik contoh nyatanya. Lalin di Jalan Raya Pakis macet hingga Madyopuro.

Sebagai narasumber pakar lalu lintas dan transportasi Universitas Brawijaya (UB), Porf Ludfi Djakfar, Ph.D, menjelaskan, “Melihat kenyataan yang ada jaringan jalan baru merupakan solusi paling tepat. Hal ini juga mengacu dari upaya mengatasi kemacetan yang selama ini dilakukan.”

“Analogi yang bisa dipakai saat ini bahwa rekayasa lalu lintas yang terus dilakukan untuk atasi  macet hanya obat sementara semacam painkiller (obat pengurang rasa sakit),” ujarnya.

Ditegaskan juga olehnya, “Kita punya masalah jangka menengah dan panjang yang tidak hanya bisa diatasi dengan rekayasa lalin saja,” kata Ludfi

Diawal pemaparan dalam diskusi, Guru besar Fakultas Teknik (FT) UB ini mengatakan, “Pembangunan jaringan jalan baru merupakan satu-satunya solusi mengatasi kemacetan jika tol Mapan rampung seluruhnya.”

Untuk diketahui saat ini tol Mapan yang berfungsi masih tiga seksi. Yakni seksi satu, Pandaan -Purwodadi, seksi dua Purwodadi-Lawang, seksi tiga Lawang-Singosari, seksi empat Singosari-Pakis, seksi lima Pakis-Malang. Sedangkan exit tol di Malang terdapat di Lawang, Singosari, Pakis dan Madyopuro.

Meski begitu ia menegaskan efek tol hanyalah satu faktor penyebab kemacetan. Kepadatan kendaraan di terjadi karena beberapa hal lain. Di antaranya berubahnya pola tata penggunaan lahan di Kota Malang.

“Adanya industri perdagangan, bertumbuhnya hotel dan restoran juga memengaruhi. Dulu pergerakkan lalin Kota Malang hanya berpusat atau ramai di kawasan Klojen saja. Tapi sekarang tidak, seluruh kecamatan mulai padat dan penuh,” paparnya. (fik)