Hukum  

Polisi Polsek Pakis Tangkap Pelaku Pencurian Alat Elektronik Sekolah

AMANKAN: Kapolsek Pakis AKP Sunarko dalam press conference ungkap kasus pencurian dengan pemberatan.

MEMOX.CO.ID – MT (24) dan SN (19) harus bertekuk lutut setelah aksinya terbongkar. Ia mencuri peralatan sekolah berupa lima chromebook, dua unit LCD proyektor, dan satu buah sound sistem di SDN 2 Sukoanyar, Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada Kamis (4/4/2024) lalu, sekitar pukul 04.00 WIB.

Kedua tersangka yang merupakan warga Desa Sukoanyar ini, diancam dengan hukuman 7 tahun penjara sesuai Pasal 363 Ayat ke 3e 4e KUHP.

“Setiap orang dengan sengaja melakukan pencurian dengan pemberatan sebagai mana dimaksudkan Pasal 363 Ayat ke 3e 4e KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun penjara,” kata Kapolsek Pakis AKP Sunarko Rusbiyanto, Selasa (16/4/2024).

Sunarko menceritakan, aksi ini terbongkar setelah penjaga sekolah akan membersihkan ruang guru. Di sana didapati barang elektronik sekolah telah hilang. Setelah dicek, ternyata jendela ruang guru pecah kacanya dan ada bekas congkelan pada jendela.

Diduga pelaku masuk lewat jendela dengan cara memecah kaca jendela ruang guru lama, kemudian masuk dan mengambil peralatan sekolah yang bersumber dari bantuan dana alokasi khusus (DAK) 2023, dan bantuan operasional sekolah (BOS).

Perilaku keduanya membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu serta sekolah mengalami kerugian sekitar kurang lebih Rp 46,2 juta. Kemudian melaporkan kepada Polsek Pakis.

“Dalam kejadian ini SDN 2 Sukoanyar mengalami kerugian Sekitar Kurang Lebih Rp 46.225.000,” ujar Sunarko yang juga mantan Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang.

Dari hasil penyelidikan, tim melakukan patroli siber dan berhasil melakukan penangkapan. Dari hasil pemeriksaan, ide tersebut muncul dari tersangka MT lantaran ekonomi. Ia yang paham medan, merencanakan dengan tersangka SN yang statusnya masih pelajar/mahasiswa.

Melihat suasana sedang sepi, ia berangkat menggunakan sepeda motor Satria FU. Keduanya masuk melalui tembok samping Utara dan mencongkel jendela sekolah menggunakan obeng yang sudah disiapkan dari rumah.

“Setelah mendapatkan barang itu, ia menjualnya di media sosial Facebook dengan harga murah sekitar Rp 350 ribu untuk chromebook. Hasil dari penjualan dibagi dua,” katanya.

Hingga saat ini, terdata sudah dua wilayah yang menjadi sasaran tersangka khususnya di wilayah Pakis dan Jabung. Perannya, keduanya dikatakan sama-sama aktif melakukan, mencongkel dan masuk bersama pada saat malam hari.

“Tersangka tidak ada kerjaan, hasilnya bagi dua. Di Jabung sudah tiga kali, Pakis dua kali, di kafe satu kali salon dan gas,” pungkasnya. (nif)