Banyuwangi, Memox.co.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi mengajukan banding atas vonis tiga terdakwa kasus pesta sabu yang divonis 6 bulan rehabilitasi potong masa rehabilitasi. Tiga terdakwa kasus pesta sabu, masing-masing berinisial R (oknum polisi), MM (oknum Kades), dan WW (pengusaha benur), Selasa (18/01/2022).
Banding diajukan, lantaran putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi yang memvonis tiga tersangka hanya 6 bulan rehabilitasi pada, Selasa (11/1). Bahkan, hakim tidak mengabulkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut R pasal 112 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
JPU Kejari Banyuwangi, Edrus mengatakan, terdakwa R berbeda dengan dua terdakwa WW dan MM yang disangkakan pasal 127 dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara. Atas keputusan itu, JPU mengajukan banding. Permohonan banding sudah diajukan pada Jumat (14/1). “Kita sudah menyatakan banding ketiga-tiganya (terdakwa). Banding diajukan Jumat kemarin,” jelas JPU Kejari Banyuwangi Edrus.
Terpisah, Kuasa Hukum tiga terdakwa, Eko Sutrisno mengatakan, pihaknya akan menunggu hasil banding yang diajukan JPU. “Upaya hukum banding boleh-boleh saja karena itu hak dari Jaksa Penuntut Umum. Kita ikuti, nanti memorinya seperti apa kita tanggapi,” jawab Eko Sutrisno.
Menurut Eko, putusan hakim PN Banyuwangi tersebut sudah sesuai dengan pembelaan yang pihaknya lakukan. “Kita menerima putusan tersebut,” tegasnya.
Sementara JPU Edrus atas putusan hakim PN Banyuwangi yang memvonis tiga tersangka 6 bulan rehabilitasi masih pikir-pikir, dan minta waktu selama tujuh hari. Namun, tak berselang lama, JPU akhirnya mengambil keputusan untuk mengajukan banding atas vonis tiga terdakwa kasus pesta satu ini. (ras/mzm)
