Adapun lima pilar transformasi tersebut antara lain transformasi organisasi melalui penerapan segmentasi kredit diseluruh lini jaringan bisnis Bank Jatim serta peningkatan jumlah account officer dan funding officer.
Kemudian, transformasi human capital lewat pemenuhan pegawai, khususnya di bidang bisnis, yang dilakukan melalui shifting dengan sumber dari pegawai administrasi dan perbaikan dari sisi fasilitas serta benefit untuk mendukung performa pegawai Bank Jatim.
Dikatakan Busrul, penerapan kedua strategi di atas mampu meningkatkan performa penyaluran kredit Bank Jatim sebesar Rp47,992 miliar atau tumbuh 13,44% (YoY).
“Rasio NPL Gross kami juga mengalami penurunan dari 4,76% pada triwulan I 2022 menjadi 3,03% pada triwulan I 2023. Semua ini menunjukkan kualitas kredit kami semakin sehat,” kata Busrul.
Lainnya, transformasi peraturan internal juga dilakukan Bank Jatim dengan melakukan updating peraturan, agar senantiasa relevan dengan business practice perbankan, namun tidak meninggalkan prinsip kehati-hatian sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Bank Jatim, kata Busrul, juga telah melakukan aksi korporasi demi peningkatan bisnis perusahaan. Berdasarkan keputusan RUPS tanggal 12 April 2023, pemegang saham telah menyetujui pelaksanaan proses Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank Jatim dengan keputusan penyertaan modal sebesar 15% dari modal eksisting bank partner KUB.
