PEMBAHASAN
Sistem inovasi material komposit.
Mobil berbahan serat karbon dapat mengurangi bobot trotoar sebanyak 60 persen, yang pada gilirannya dapat mengurangi penggunaan bahan bakar hingga 30 persen. Penggunaan material ini tidak hanya membantu mengurangi bobot mobil secara keseluruhan, tetapi juga membantu mencegah karat dan penyok, meningkatkan kemampuan mobil dalam meredam kebisingan dan getaran, serta memberikan keaamanan tambahan bagi penumpang.[3]
Material komposit memberikan peluang cukup besar untuk diaplikasikan di kendaraan dalam perannya mengurangi polusi dari sisi pengurangan berat kendaraan, harga dan proses manufaktur. Beberapa eksperimen telah dilakukan untuk menerapkannya, pada beberapa elemen mobil misalnya brake pad dengan komposit phenolic.[4] Akhir-akhir ini telah ditemukan serat gelas yang biodegradeable. Serat ini dikembangkan oleh perusahaan ABM Composite yang diberi nama komersial ArcBiox X4. Serat ini mempunyai sifat seperti serat gelas, tetapi biodegradable, atau bisa hancur di alam.[5] Hambatan Aerodinamika, gaya angkat udara, dan momen rotasi vertikal aerodinamika mempengaruhi stabilitas mobil balap saat melaju dengan kecepatan tinggi.[6] Inovasi material komposit dilandasi dengan adanya keperluan industri untuk memberikan material berbobot ringan dengan ketahanan yang tinggi. Karbon fiber adalah Salah satu yang paling populer, walaupun karbon fiber memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan tipe serat yang lain, penggunaan carbon fiber masih relatif mahal.[7]
Penerapan material komposit di bebagai bidang industri.
Material komposit telah berkembang pesat di berbagai bidang industri. Penggunaan bahan komposit yang canggih telah menyebar luas di Industri otomotif, dirgantara, otomotif, sipil dan berbagai sektor lainnya, komposit tingkat lanjut yang lapisannyadiperkuat. Hal ini disebabkan oleh karakteristik unik komposit yang berpenguat, seperti karakteristik susunan elastisnya.
Menurut (Sihombing, F. B. 2022). Berikut adalah beberapa aspek keunggulan dan kelemahan di antaranya adalah.
Keunggulan:
- Material komposit tidak hanya memiliki sifat yang berbeda dari material pada umumnya, tetapi juga dianggap sebagai material yang jauh lebih unggul dari material lainnya.
- Komposit ini berpotensi dirancang dan di sesuaikan dengan kebutuhan yang kita inginkan.
- Komposit dapat dibuat sedemikian kaku dan kuat serta beraat yang relatif ringan bahkan lebih ringan lagi.
- Komposit sangat baik untuk digunakan di pesawat terbang dan bidang olahraga karena memiliki kekuatan dan kekakuan dengan berat lebih dari baja dan alumunium.
- Apabila disamakan dengan ferro teknik, komposit mempunyai karakteristik keuletan dan kelembapan yang lebih baik.
- Komposit dapat dibuat agar tidak mudah berkarat.
- Komposit memiliki kemungkinan material untuk mencapai karakteristik yang tidak dapat dicapai oleh polimer, keramik, atau logam.
- Dengan menggunakan karbon fiber, dapat merancang material dengan penampilan luar yang cukup menarik.
[3] Muhammad, Jirzis Wisam, Yoga Pujiraharjo, and Hardy Adiluhung. "PERANCANGAN MAIN FRAME DENGAN STRUKTUR RANGKA H BEAM MENGGUNAKAN MATERIAL KOMPOSIT UNTUK MOTOR LISTRIK SELVE-19." eProceedings of Art & Design 11.1 (2024).
[4] Nawangsari, P, HSB Rochardjo, Jamasri, and AT Waskito. 2020. “Optimization of the Ternary Combinations of RockwoolPAN-Cellulose Fibers for the Best Fade-Recovery Performance in Nonasbestos Organic Brake Pad Composite.” International Journal of Automotive Engineering 11(2).
[5] ABMComposite. 2023. “ArxBiox, The Sustainable Material Solution”
[6] Febrianto, W. S., & Lianto, F. (2020). Penerapan Hukum Bernoulli Pada Konsep Perancangan Galeri Pesawat Terbang Dan Kantor Sewa di Kemayoran.Jurnal Muara Sains, Teknologi Kedokteran, dan Ilmu Kesehatan, 4(2), 381–388.
[7] Siregar, P. I. K. (2020). Tinjauan Pengaruh Hibridisasi Serat Karbon Terhadap Sifat Mekanik Komposit Hibrida polimer. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.






