Pamekasan, Memox.co.id – Dugaan kuat adanya jual beli kios Pasar 17 Agustus Pamekasan semakin kuat. Pasalnya, salah satu penjual batik yang menempati kios tersebut mengaku membeli dengan harga Rp135 juta, Ahad (06/11/2022).
Tidak hanya penjual batik itu, pengguna tangan pertama sebelumnya juga membayar Rp35 juta pada pengelola pasar secara cicil.
“Saya ini beli Rp135 juta, tapi sebelum saya yang tangan pertama tidak sebesar sekarang harganya. Katanya dia bayar Rp35 juta secara cicil pada Kepala Pasar (Kapas),” ungkap wanita asal Klampar itu.
Selain itu, wanita yang ditinggal mati suaminya itu menjelaskan kalau hampir seluruh kios yang ada di Pasar 17 membeli dengan harga di atas ratusan juta rupiah. Sementara untuk uang retribusi diminta 20 ribu tiap bulan dan 3 ribu tiap hari.
“Kalau tangan yang pertama kata dia itu bayar Rp35 juta ke kepala pasar. Tapi, cicil, ada lima juta bayar lima juta. Dan setelah itu dibeli saya, untuk uang bulanan Rp20 ribu dan karcis tiap hari Rp3 ribu kalau kios buka, untuk keamanan,” ujarnya.
Sampai berita ini diterbitkan, tidak ada respon Kepala Pasar 17 Agustus Pamekasan Sirat saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp.
Sebelumnya, wartawan Memo X saat mendatangi kios tidak jauh dari penjual batik mendapatkan pengakuan langsung dari pembeli kios. Wanita berinisial M menjelaskan, dia membeli kios tersebut dengan harga yang cukup tinggi.
“Saya ini membeli seharga Rp130 Juta, dan banyak di sini yang juga membeli. Tapi, tidak semua harga sama,” ungkapnya, Kamis (29/09/22). (udi/ono)






