Penerapan Nilai-nilai Disiplin Karakter Terhadap Mahasiswa di Perguruan Tinggi

PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi membawa pengaruh positif dan negative dalam kehidupan manusia. Pengaruh positif dari perkembangan teknologi adalah adanya internet yang memudahkan manusia dalam segala hal. Adapun dampak negatifnya adalah terjadinya penurunan moral akibat kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi atau biasa dikenal kejahatan siber.  Oleh karena itu, pendidikan karakter diperlukan untuk mewujudkan bangsa yang berbasis karakter.

Pendidikan karakter bisa disebut sebagai sarana untuk menanamkan nilai dan moral  untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengatasi masalah, menjaga sifat – sifat baik dan menerapkannya di mastyarakat dan kehidupannya (Risdiany & Anggraeni Dewi, 2021). Pengembangan kepribadian atau karakter melalui pendidikan berangkat dari Masyarakat. Lingkungan sosial budaya yang mmasyarakat adalah Pancasila, sehingga karakter yang ditanamkan hendaknya berlandaskan nilai – nilai Pancasila.

Penanaman karakter pada mahasiswa dilakukan secara terus menerus dan tidak pernah putus, sehingga menghsilkan peningkatan kualitas yang berkelanjutan. Salah satu penyebabnya adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan Masyarakat. Masyarakat menginginkan mahasiswa yang mencapai keberhasilan akademik dengan berperilaku positif.

Selaku memiliki peran yang adil, egaliter, etis, aspiratif, dan non-hegemonik dalam Masyarakat sipil, mahasiswa menjadi agen perubahan. Ide, pemikiran, dan konsep mahasiswa sangatlah penting (Sadiyah, 2023). Harapannya, dengan menerapkan nilai disiplin karakter di universitas, mahasiswa dapat mengembangkan visi dan misi masa depan yang kreatif dan inovatif bagi dirinya, keluarga, lingkungan, dan Masyarakat sipil.

PEMBAHASAN

Pemahaman mengenai penerapan nilai – nilai disiplin karakter terhadap mahasiswa di perguruan tinggi

Karakter merupakan suatu watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang untuk membedakan satu individu dengan yang lain (Nurpratiwi, 2021). Adapun pendidikan karakter merupakan suatu wadah untuk mengarahkan, melatih, dan membiasakan nilai Kebajikan agar tercipta pribadi yang mulia dan bijak sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap Masyarakat. (Muchtar & Suryani, 2019)

Tujuan pendidikan karakter yaitu untuk menumbuhkan karakter positif, karena karakter memiliki dua sisi yaitu positif dan negative. Melalui pendidikan karakter, hanya sisi positif yang akan dikembangkan, sementara sisi negative akan tumpul atau tidak berkembang (Akhmad, 2020). Nilai karakter disiplin perlu dikembangkan terhadap mahasiswa di perguruan tinggi. Dari pembiasaan sikap disiplin akan memunculkan sifat – sifat yang lain seperti bertanggung jawab, jujur, integritas, adil, dan sebagainya.

Disiplin adalah suatu sikap yang tercipta dan dibentuk dari proses perilaku seseorang yang memunculkan sifat taat, patuh, setia, teratur, dan tertib. (Saetban, 2022). Fungsi disiplin yang utama adalah untuk mengajarkan pengendalian yang mudah dan untuk menghormati serta menaati peraturan. (Abidin, 2020)

Dalam implementasinya, terdapat factor pendukung dan factor panghambat. Faktor pendukung perguruan tinggi dalam membentuk karakter peserta didik menurut Lubis et al. (2022) hal ini dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti berikut :

  1. Perhatian dari perguruan tinggi mengenai kepribadian mahasiswa.
  2. Perguruan tinggi sebagai teladan karakter yang dicontoh mahasiswa.
  3. Mahasiswa memainkan peran yang berpengaruh untuk menanggapi kebutuhan mahasiswa lainnya.
  4. Universitas memberikan pelatihan pengembangan keterampilan kepada mahasiswa.

Sedangkan Factor penghambat pembentukan karakter pada mahasiwa terdapat dua yaitu kurangnya kesadaran mahasiswa mematuhi karakter disiplin dan lingkungan Masyarakat yang kurang mendudukung. (Amelia & Dafit, 2023). Factor penghambat tersebut harus dicegah karena dapat merusak moral mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang nantinya akan terjun langsung di dalam Masyarakat. Penerapan nilai – nilai disiplin karakter terhadap mahasiswa di perguruan tinggi sangat penting untuk membentuk individu yang bertanggung jawab, etis, dan berkarakter. Hal tersebut melibatkan pengembangan sikap integritas, disiplin, Kerjasama, dan kejujuran melalui berbagai kegiatan akademik dan nonakademik.