MEMOX.CO.ID – Upaya menciptakan Pekarangan Pangan di Kota Batu terus digeber dengan penanaman cabai serempak di lima kelurahan Kota Batu. Hal ini merupakan salah satu tindak lanjut dari instruksi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat memberikan pengarahan kepada seluruh Fokprimda se-Indonesia mulai Januari 2023 dengan gerakan sadar menanam.
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mebgatakan kegiatan ini menjadi bagian dari ketahanan pangan masyarakat apabila ada kenaikan harga. “Gerakan menanam ini selain dalam upaya mengendalian inflasi daerah, juga yang lebih penting untuk menjaga ketahanan masyarakat apabila harga naik, yang berpengaruh pada daya beli masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, apabila gerakan menanam ini dilakukan secara masif maka masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya sendiri bahkan jika hasilnya lebih bisa dijual untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Selain itu, ia juga mengatakan dengan menambah tanaman komoditas lain seperti hortikultura dan tanaman pangan lainnya maka berpotensi menekankan inflasi.
“Apalagi ASN ini merupakan penggerak utama gerakan sadar menanam di RT RW rumahnya masing-masing, sehingga gerakan ini benar-benar menjadi gerakan masif dan dampaknya akan dirasakan bersama. Untuk kegiatan menanam ini digelar secara serentak di Kelurahan Temas, Kelurahan Ngaglik, Kelurahan Sisir, Kelurahan Songgokerto, Kelurahan Temas, dan Kelurahan Dadaprejo,”. imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Heru Yulianto mengatakan program tanam cabai ini diharapkan dapat menginisiasi 19 desa di Kota Batu untuk menciptakan pekarangan pangan lestari. “Kami menanam 5000 batang dengan media tanam di lahan seluas 4000 meter persegi. Ini juga merupakan stimulus, semua tidak akan berjalan dengan baik jika tidak ada dukungan dari masyarakat. Apalagi yang kita lakukan ini menjadi pilot project untuk 19 desa di Kota Batu,” tandasnya. (rul/red)






