Pemimpin Cabang PT PNM Surabaya, Irvan Ardianto menilai kegiatan PKU Akbar ini merupakan program pemberdayaan yang dirancang melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bagi UMKM Se Kabupaten Sidoarjo dengan memberikan Permodalan. Terdapat tiga macam bantuan permodalan. Diantaranya Modal Pinjaman, Modal Intelektual (Pendampingan Usaha) serta Modal Sosial (Membantu Jaring Sosial dan Promosi).
“Pelatihan yang diberikan sendiri berupa literasi keuangan dan literasi digital. Kuota peserta sebanyak 50 orang di setiap desa yang akan diberikan peningkatan wawasan kewirausahaan dalam mengembangkan produknya secara digital. Termasuk nasabah memahami platform digital yang dapat memperluas pemasaran produknya,” katanya.
Irvan menyampaikan terima kasih kepada pelaku UMKM dan Pemkab Sidoarjo atas dukungannya selama ini. Bahkan Pemkab Sidoarjo memberikan fasilitas agar usaha UMKM yang menjadi nasabahnya bisa terus diberdayakan dan hasilnya meningkat. Menurutnya Tahun 2023 ini nantinya PT PNM akan memberikan pelatihan sebanyak 4.750 nasabah.
“Di tahun 2023, PNM memberikan pelatihan sebanyak 4.750 nasabah di seluruh Sidoarjo. Pelatihan dilakukan ke desa-desa dan nanti mulai dari Modal Pinjaman, Modal Intelektual Modal Sosial. Produksi kita bantu, proses pengolahannya, pengemasan sampai dengan proses pemasaran dan pendampingan literasi keuangan sehingga satu desa ini bisa diberdayakan,” jelasnya.
Sementara Tutik, salah seorang pelaku UMKM craft dari Kecamatan Candi mengaku dirinya merasa terbantu dengan adanya bantuan dari PT PNM. Apalagi, dengan adanya pelatihan dan pendampingan.
“Alhamdulillah terbantu sekali, ke depannya PT PNM bisa lebih maju lagi,” tandasnya. (wan/dar/ono)






