Jember, Memox.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember akan gelontor bantuan sosial (Bansos) dan biaya tidak terduga (BTT) kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Penyebabnya serapan Bansos dan BTT Kabupaten Jember sangat minim.
Untuk penanganan wabah virus mematikan itu, Pemkab telah menganggarkan bansos penanganan Covid-19 sebesar Rp 28 miliar lebih. Namun serapannya hanya sekitar Rp 193 jutaan. Sementara untuk BTT setelah dianggarkan sekitar Rp 21 miliar serapannya masih Rp 0.
Kondisi inilah menjadikan alasan Bupati Jember, Hendy Siswanto dan Wabup MB Firjaun Barlaman untuk menggenjot pembagian dan mengintensifkan Bansos. ”Kami akan mengintensifkan bantuan (bansos) ini,” katanya, usai rapat virtual dengan pemerintah pusat, Rabu malam (21/7/2021).
Hendy juga menjelaskan kecilnya serapan Bansos dan BTT itu disebabkan penetapan APBD Jember yang terlambat. Keterlambatan pembahasan APBD ini sendiri warisan buruk dari pemerintahan Bupati Faida.
”Begini kembali APBD kita ini efektif per 1 Mei, kita punya APBD ini. Kita belum punya perencanaan apa-apa (hingga) di 1 Mei, kita tidak punya APBD ingat itu. Kita ini kerja bukan dari Januari tapi dari 1 Mei. Lima bulan kemudian ditahun ini baru kita kerja,” jelasnya.
Hendy kemudian menjelaskan, setelah APBD ditetapkan oleh DPRD tersebut, masih disibukan dengan pembayaran utang Pemkab Jember. ”Itupun saat kita kerja pertama harus membayar utang-utang yang kita (Pemkab Jember) miliki, dan juga penataan birokrasi,” katanya.
Namun di tengah proses pembenahan dan sistem birokrasi, perkembangan penularan Covid-19 di Jember menunjukan tren kenaikan tajam. Akibatnya terjadi keterlambatan perencanaan penyerapan Bansos dan BTT.
”Covidnya berjalan terus nah kemudian kita masuk ke PPKM mikro di bulan Juni. Disitu kita baru merencanakan Bansos dan BTT agar diingat duluan masih 0 (penyerapan) kita,” katanya.
Hendy berjanji di akhir bulan Juli ini pihaknya akan menggelontorkan semua Bansos dan BTT. Meskipun sebenarnya telah banyak menyalurkannya namun laporannya masuk di bulan Agustus nanti. “Akhir bulan Juli ini kita akan melakukan penyerapan cukup banyak Bansos dan BTT,” katanya.
”Insyallah di bulan ini sudah banyak Bansos yang sudah kita serap tapi mungkin evaluasi di bagian keuangan kementrian keuangan belum terdata sekarang. Mungkin terdatanya di bulan Agustus nanti,” pungkasnya. (vin/mzm)
