Pemkab Bondowoso Kebut Penurunan Stunting

53
0
Pemkab Bondowoso Kebut Penurunan Stunting
Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin. (sam)

Bondowoso, Memox.co.id – Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo menargetkan angka stunting di Indonesia pada tahun 2024 14%. Sementara tahun ini angka stunting masih diatas 30%. Yang diberi tugas untuk menurunkan angka stunting adalah BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional).

Menanggapi hal itu, Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin sudah menyiapkan strategi untuk menurunkan angka stunting di Bondowoso. Dan optimis pada tahun 2024 nanti, angka stunting di Bondowoso menjadi 14%.

“Kami akan bekerja keras agar angka stunting terus menurun. Sesuai laporan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP2KB), setiap tahun angka stunting diupayakan turun 4%”, jelasnya.

Menurut Kepala DP2KB, dr. Agus Soewardjito, MMKes, pada tahun 2019, penderita stunting di Bondowoso mencapai 34%. Turun 18% dibanding 5 tahun sebelumnya. Jadi pertahun mengurang 4%.

“Kalau setiap tahun penderita stunting turun 4%, maka pada tahun 2024 nanti, angka stunting di Bondowoso menjadi 14%. Agar penurunan tersebut bisa dilakukan, kami bekerjasama dengan Ormas, khususnya NU,” kata Agus.

Ditempat yang sama, H. Anas Thahir, anggota Komisi IX DPR RI dari FPPP mengatakan, pihaknya bersama BKKBN menyosialisasikan ke 1000 titik, agar konstituennya memahami pentingnya ikut menurunkan angka stunting.

“Di Jawa Timur, Mojokerto paling sedikit angka stuntingnya dan Bondowoso paling banyak jumlahnya,” kata Anas pada sosialisasi penguatan pendataan keluarga dan kelompok sasaran Bangga Kencana bersama mitra di Desa Karanganyar Kecamatan Tegal Ampel kemarin.

Sebagai sohibul bait, Drs. H. Buchori Mun’im, Wakil Ketua DPRD mengucapkan terima kasih pada anggota DPR RI dan BKKBN yang telah berkenan menyelenggarakan kegiatan ini di Bondowoso.

“Atas nama Pemerintah Daerah kami sampaikan terima kasih pada anggota Komisi IX DPR RI dan BKKN yang telah menjadikan Bondowoso sebagai tempat sosialisasi ini,” kata H. Buchori, sapaannya. (sam/mzm)