MEMOX.CO.ID – PDI Perjuangan menjadi rujukan kaum muda untuk mempelajari fungsi partai politik dan mekanisme rekrutmen kader. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya kesadaran politik di kalangan gen Z.
Puluhan kaum muda mendatangi kantor DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Minggu (10/05/2026), mengikuti Orientasi Komunitas Pejuang untuk menggali langsung peran partai politik dalam sistem demokrasi.
“Kami ingin mengetahui secara langsung bagaimana fungsi partai politik dan mekanisme rekrutmen kader. PDI Perjuangan dipilih karena dinilai terbuka dan mudah diakses, termasuk dalam komunikasi dengan kader maupun anggota legislatif,”ujar salah satu kader, Rofiah.
Kedatangannya di sambut jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, seperti Ketua DPC PDI Perjuangan Tomy Wahyu Prakoso, Bendara Sahri Trigiantoro, Wakabid Kehormatan Partai, Ideologi dan Kaderisasi Bambang Hartono, Wakabid Keanggotaan, Organisasi, Pemenangan Pemilu dan Sumber Data Muhammad Ilman, dan Wakabid Politik, Pemerintahan, Otonomi Daerah, Kebijakan Publik, Reformasi Birokrasi, dan Reformasi Sistem Hukum Nasional Heri Sutanto.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Tomy Wahyu Prakoso menilai kunjungan tersebut menjadi indikator positif meningkatnya kepedulian politik di kalangan gen Z. Stigma bahwa generasi muda apatis terhadap politik mulai berubah.
“Seiring keterbukaan partai dalam memberikan ruang edukasi politik. Sejak bangun tidur sampai kembali tidur, politik itu ada di sekitar kita. Seperti udara yang di hirup,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan arah kebijakan melalui pilihan politik yang tepat. Bahkan, mendorong kaum Gen Z tidak hanya datang untuk kepentingan saja, tetapi juga aktif berdiskusi dan terlibat dalam dinamika politik.
“Kunjungan ini sekaligus memperlihatkan PDI Perjuangan sebagai partai yang terbuka bagi kalangan mahasiswa dalam memahami fungsi politik dan proses kaderisasi secara langsung,”tutur Tomy Wahyu Prakoso.
Sebagai strategi utama menyongsong Pemilu 2029, Tomy Wahyu Prakoso optimis kelompok ini diprediksi mendominasi jumlah Komitmen menjadikan partai sebagai rumah yang ramah dan relevan bagi generasi muda, secara konsisten dan masif dilakukan DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo.
Tak hanya itu, anak muda hari ini bukan anti-politik. Mereka hanya membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan dunia dan bahasa mereka.
“Generasi muda sangat dekat dengan media sosial dan kreativitas. Karena itu, partai harus hadir dengan cara yang relevan, komunikatif, dan memberi ruang nyata bagi anak muda untuk terlibat langsung dan bermanfaat bagi masyarakat,”tandasnya.
Begitu juga, membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda menjadi kunci. Hal itu dilakukan melalui penguatan program kepemudaan, pengelolaan konten media sosial yang menarik, serta pelibatan langsung kader muda dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“PDI Perjuangan pernah menjadi idola anak muda. Tantangan hari ini adalah bagaimana menjadikan partai kembali dekat dan digemari generasi baru yang cara berpikirnya berbeda dan sangat akrab dengan media sosial,” tegas Tomy Wahyu Prakoso.
Meski demikian, Tomy Wahyu Prakoso menyakini optimalisasi media sosial kader hingga tingkat ranting dan anak ranting menjadi langkah strategis untuk memperluas pesan perjuangan partai.
“Kita punya ribuan kader, semuanya punya ponsel. Kalau semuanya aktif dan konsisten menyampaikan pesan perjuangan, maka media sosial bisa menjadi arus utama politik kerakyatan di kalangan anak muda,” pungkasnya.(hud/syn)






