Pasien RSUD Blambangan Tewas, Diduga Terjatuh dari Lantai Dua

RSUD Blambangan, Banyuwangi (ist)

Banyuwangi, Memox.co.id – Pasien RSUD Blambangan tewas diduga jatuh dari lantai dua tempat korban dirawat. Sayangnya kejadian ini pihak RSUD Blambangan terkesan menutup-nutupi permasalahan ini. Bahkan pihak RSUD sulit untuk dimintai konfirmasi.

Peristiwa nahas ini terjadi pada pertengahan Mei tepatnya tanggal 20 Mei 2021. AB (61), pasien lanjut usia tersebut dirawat di RSUD Blambangan karena sakit stroke, dan menjalani rawat inap di salah satu sal yang terletak di lantai dua. Kebetulan ditempat AB di rawat, ruangan tersebut bangunannua sedang direnovasi.

Diduga keteledoran perawat, sekitar pukul 03.00 pagi, korban hendak buang air kecil (kencing). Tanpa sepengetahuan perawat dan keluarga yang menjaga karena terlelap tidur, korban keluar ruangan. Korban tidak mengetahui kalau bangunan termpat dirinya dirawat sedang direnovasi, tiba-tiba korban terjatuh dan mengalami luka parah dibagian kepala, kemudian korban meninggal dunia.

Peristiwa jatuhnya pasien dari lantai dua dibenarkan oleh salah satu karyawan RSUD Blambangan. “Benar mas, kejadian nahas itu terjadi pada pertengahan bulan Mei 2021. Jika ingin tau pastinya, langsung temui bidang pelayanan atau konfirmasi langsung ke direktur RSUD Blambangan,” katanya sambil mewanti-wanti namanya jangan di korankan

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Blambangan, dr. Aisyah Anggraeni saat dikonfirmasi meminta kepada awak media untuk konfirmasi langsung ke direktur RSUD Blambangan. “Maaf mas, langsung ke direktur saja nggih,” pinta dr Aisyah, Jumat (28/5/2021) lalu.

Sayangnya, direktur RSUD Blambangan, dr. Indah Sri Lestari saat dikonfirmasi berulang kali selalu tidak ada ditempat, bahkan terkesan menghindar. Menurut stafnya, dr. Aisyah tidak ada diruangan, sedang keluar kota. “Direktur tidak ada, sedang keluar kota,” jawab staf RSUD Blambangan.

Kasus dugaan meninggalnya pasien karena terjatuh dari lantai dua ini terkesan ditutup-tutupi, agar tidak dipublikasikan dan tidak diketahui oleh masyarakat umum. Terjatuhnya pasien penyakit stroke tersebut karena tidak ada pembatas atau pengaman lokasi proyek. (ras/mzm)