Hukum  

Pangdam V/Brw: Kewaspadaan Satgas Penanganan Erupsi Gunung Semeru Harus Selalu Ditingkatkan

CEK: Pangdam V/Brw Mayjen TNI Nurcahyanto saat mengecek kebutuhan sembako yang ada di Posko Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru.

Paparan Perkembangan Penanganan Erupsi Gunung Semeru oleh Danrem 083/Bdj

Lumajang, Memox.co.id – Dalam rangka penanganan Erupsi Gunung Semeru yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang, Kodam V/Brw bergerak cepat untuk melakukan berbagai upaya penanganan terdampak bencana Gunung Semeru di wilayah tersebut.

Pangdam V/Brw Mayjen TNI Nurcahyanto menerima paparan dari Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Irwan Subekti terkait masalah penanganan Erupsi Gunung Semeru yang memasuki hari ke-8, Sabtu (11/12/2021).

Kolonel Inf Irwan Subekti telah menyampaikan paparan terkait kondisi terkini rrupsi Gunung Semeru yaitu Asap kawah utama berwarna putih masih terlihat keluar dari Semeru, Cuaca di lokasi cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah utara, timur laut, dan timur dengan suhu udara 23-24 derajat celcius.

Lebih lanjut, masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor tenggara – selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

Agar masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi dan mewaspadai ancaman lahar di alur sungai/lembah yang berhulu di Gunung Semeru (mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk).

Lebih lanjut, relokasi pengungsi terdampak bencana di dua kecamatan tersebut akan dipersiapkan di dua titik, masing-masing adalah Desa Oro-oro Ombo dan Menanggal.

“Untuk relokasi disiapkan di dua tempat, di Kecamatan Pronojiwo disiapkan di Desa Oro-oro Ombo dan Kecamatan Candipuro di Desa Menanggal, ujar Irwan.

Lebih lanjut Irwan menjelaskan bahwa dua titik relokasi itu merupakan daerah Perhutani yang sudah diproyeksikan sebelumnya oleh Pemkab Lumajang.

Menanggapi paparan yang sampaikan Danrem 083/Bdj, Pangdam V/Brw Mayjen TNI Nurcahyanto dalam arahannya menyampaikan agar seluruh Satgas  yang tergabung dalam penanganan erupsi Gunung Semeru agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama yang bertugas ada disekitar Gunung Semeru.

“Kecepatan dalam berkoordinasi sangat dibutuhkan apabila terjadi erupsi susulan segera begerak cepat dan diyakinkan betul segala kesiapannya baik materiil maupun personel sudah siap siaga. Oleh karena itu, semua harus fokus tentang kesiapan penanggulangan erupsi Gunung Semeru ini,” pesannya. (fik)