PAD Pemkab Bondowoso Rp 200 Miliar Lebih

  • Bagikan
Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin. (sam)

Bondowoso, Memox.co.id – Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin menjelaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2020, terealisasi sebesar Rp 1.941.757.072.598,72 atau 100,53% dari target sebesar Rp 1.931.601.777.574,00.

“Pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah Rp 222.657.296.673,72 atau 106,58%. Targetnya Rp 208.920.484.210,00,” kata Kyai Salwa sapaan Bupati Bondowoso.

Pendapatan Transfer, lanjutnya, Rp 1.613.906.572.925,00 atau 99,78% dari target sebesar Rp 1.617.488.090.364,00 dan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah senilai Rp 105.193.203.000,00 atau 100% dari target.

Ditambahkan Belanja daerah terealisasi Rp 1.957.381.041.110,92 atau 93,92% dari alokasi sebesar Rp 2.084.099.591.040,77. Realisasi Belanja daerah tersebut terdiri dari Belanja operasi Rp 1.724.664.256.870,40 atau 94,48% dari Rp 1.825.378.372.628,73.

Kemudian belanja modal sebesar Rp 227.251.278.052,52 atau 90,13% dari Rp 252.142.300.174,53. Belanja tidak terduga Rp 226.620.000,00 atau 16,91% dari Rp 1.340.032.049,51 dan transfer Rp 5.238.886.188,00 atau 100%.

“Dari hasil perhitungan realisasi pendapatan sebesar Rp 1.941.757.072.598,72 dikurangi realisasi belanja senilai Rp.1.957.381.041.110,92, maka defisit sebesar Rp 15.623.968.512,20,” jelasnya.

Pembiayaan Daerah, kata Kyai Salwa, meliputi semua transaksi keuangan untuk menutup defisit atau untuk memanfaatkan surplus. Yang terdiri dari penerimaan dan pengeluaran pembiayaan.

Ditambahkan, penerimaan pembiayaan, terealisasi Rp 152.530.938.011,77 atau 100,02% dari rencana sebesar Rp 152.497.813.466,77. Sedangkan pengeluaran pembiayaan nihil. Pembiayaan netto Rp 152.530.938.011,77 atau 100,02% dari rencana Rp 152.497.813.466,77.

Hasil perhitungan pembiayaan netto Rp 152.530.938.011,77 ditambah dengan jumlah defisit Rp 15.623.968.512,20 yang diperoleh dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2020 Rp 136.906.969.499,57.

“SILPA tersebut dianggarkan sebagai penerimaan pembiayaan pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2021. Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 tergambar dalam realisasi pendapatan dan belanja daerah,” jelasnya.

Juga, lanjutnya, tercermin dalam Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Dan Laporan Arus Kas yang menjadi satu kesatuan dalam Raperda. (sam/mzm)

  • Bagikan