Bondowoso, Memox.co.id – Tampaknya menurunnya kasus Covid 19 dan pelonggaran kegiatan belum berpengaruh pada okupansi hotel. Buktinya, Tingkat Hunian Kamar (THK) salah satu hotel berbintang di Kabupaten Bondowoso belum normal.
Hal ini dibenarkan salah satu manager hotel berbintang di Bondowoso, Suntoko. Menurutnya, hingga awal bulan Oktober 2021, okupansi THK masih mencapai angka 10%, masih jauh dari harapan.
“Hotel kami menyediakan 62 kamar. Yang terpakai baru 5 hingga 10 kamar saja. Ekonomi di bidang perhotelan masih lesu, belum menunjukkan kenormalan,” kata Suntoko, Minggu (10/10/2021).
Suntoko menambahkan, pada saat Bondowoso berstatus PPKM level I, dan pernah dihadiri oleh Menteri Sadiaga Uno, tidak mendongkrak minat wisatawan untuk datang ke Bumi Ki Ronggo ini.
Pernah pemerintah membuat regulasi, yang ditindaklanjuti oleh Pemkab Bondowoso, penggunaan aula hotel atau ballroom diperbolehkan dengan kapasitas 50 persen.
“Sekarang kapasitasnya dikurangi dan jamnya dibatasi. penggunaan aula hotel atau ballroom diperbolehkan dengan kapasitas 40 orang dan durasi waktunya tidak boleh lebih 3 jam,” keluhnya.
Demikian juga, lanjutnya, fasiltas kolam renang penggunaannya juga dibatasi. Oleh karena itu, manajemen tidak menerima dari tamu keluarga untuk berenang, hanya untuk latihan atlet saja.
Dikonfirmasi harga kamar, Suntoko hanya mengatakan disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat memesan kamar. Tidak bisa menggunakan harga normal, karena masih pandemi virus Corona. (sam/mzm)






