Menuju Kabupaten Sehat, Pemkab Bojonegoro Ikuti Verifikasi Lanjutan Bersama Verifikator Pusat

Menuju Kabupaten Sehat, Pemkab Bojonegoro Ikuti Verifikasi Lanjutan. (foto:ist)

MEMOX.CO.ID – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menjelaskan angka stunting mengalami penurunan yang sangat tajam. Per Juni 2023, prevalensi stunting Kabupaten Bojonegoro mengalami penurunan menjadi 2,45 persen. Pada 2021, prevalensi stunting  berada di angka 5,71 persen. Jika direkapitulasi dalam 6 (enam) tahun, mengalami penurunan 6,31 persen. Kabupaten Bojonegoro menjadi kabupaten terbaik program intervensi spesifik stunting Provinsi Jawa Timur pada 2023.

Hal itu disampaikan Bupati Anna saat pemaparan dalam rangka verifikasi Lanjutan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) secara virtual, Kamis (27/7/2023) di Ruang Tribuana Tungga Dewi, Gedung Pemkab Bojonegoro. Pemaparan ini juga diikuti langsung oleh tim verifikator dari empat kementerian.

Bupati Anna juga menyampaikan komitmen Pemkab Bojonegoro dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC) pada Juni 2023, telah melindungi 99,93 persen penduduk. UHC bertujuan menjamin pembiayaan dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan.

“Beberapa dimensi yang kami sampaikan adalah tempat tinggal sehat, kecukupan sanitasi termasuk lingkungan infrastruktur mendorong terhadap masyarakat yang sehat. Harapan kami, dengan paparan tersebut menjadikan referensi keputusan bahwa Bojonegoro adalah kabupaten yang sangat layak dan sehat. Kami selalu kerja kompak termasuk dinas terkait bersama-sama menuju Bojonegoro yang sehat,” ujar Bupati.

Untuk diketahui, tim verifikator Lanjut KKS berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Sosial. Ada sembilan (9) tatanan Kabupaten Sehat yang dipaparkan. Paparan ini dapat mewujudkan misi ke-3 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bojonegoro yaitu mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Untuk sembilan tatanan Kabupaten Sehat dimaksud diantaranya, pertama kehidupan sehat dan mandiri; kedua permukiman sehat; ketiga pendidikan sehat; keempat pasar sehat; dan kelima pariwisata sehat.

Sedang keenam adalah transportasi dan tertib lalu lintas; ketujuh perindustrian dan perkantoran sehat; kedelapan perlindungan sosial; dan kesembilan pencegahan dan penanganan bencana.

Hadir dalam kegiatan ini, baik secara luring dan daring, Tim Pembina KKS Provinsi Jawa Timur, Asisten dan Kepala OPD yang merupakan Tim Pembina KKS Kabupaten Bojonegoro, Ketua dan perwakilan Forum Kabupaten/Kota Sehat (FKS), serta perwakilan Camat dan Kades. (*/sgg)