Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terkait Pengelolaan Sampah dengan Menyediakan Tempat Sampah di Desa Amadanom Dampit Oleh Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang

MEMOX.CO.ID – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan rangkaian kegiatan yang wajib dilakukan oleh seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar yang dilakukan dengan upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan PMM ini berada dibawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM). DPPM ini sendiri menjalin kerjasama dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) salah satunya yaitu Bapak Havidz Ageng Prakoso, S.IP, M.A.

Pengabdian ini dilakukan oleh Kelompok 169 PMM Mitra Dosen yang berlangsung selama satu bulan sejak tanggal 19 Februari 2024. Dalam kegiatan PMM ini beranggotakan 5 orang yang terdiri dari Annisa Nurfadjri (Koordinator), Nur Fauzia H. Ismail (Sekretaris), Baiq Syura Mahfuzatuzzahra Hafidz (Bendahara), Baiq Sahidatin Hasanah (Humas), dan Genta Intan Alfatiah (Dokumentasi). Proses pengabdian masyarakat oleh mahasiswa kelompok 169 PMM Mitra Dosen ini dilaksanakan di desa Amadanom, kecamatan Dampit, kabupaten Malang, Jawa Timur. Program kerja yang kami lakukan berfokus pada penyediaan tempat sampah, dimana desa Amadanom sendiri masih belum aware terhadap permasalahan sampah.

Kami selaku mahasiswa PMM dalam rangkaian kegiatan program kerja ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk lebih peduli dengan sampah yang dihasilkan oleh masing-masing individu. Hal tersebut dilakukan dengan upaya menyediakan tempat sampah, terkhusus pada RT/RW 005/002 Desa Amadanom Tengah.

Sebelum dilakukannya kegiatan penyediaan tempat sampah ini, kami melakukan koordinasi bersama dengan Wakil Ketua dan Anggota Karang Taruna terkait solusi apa yang harus dilakukan dalam menangani masalah sampah yang ada di desa amadanom. Desa amadanom sendiri masih sangat jarang untuk menyediakan tempat sampah umum di pinggir jalan. Sampah rumah tangga pun lebih sering dibakar maupun dibuang ke sungai. Desa Amadanom sendiri pun masih belum tersedia Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Oleh sebab itu untuk mengurangi pencemaran sampah yang dibuang tidak pada tempatnya terutama di sungai maka, kami melakukan kegiatan penyediaan tempat sampah sebagai salah satu upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Tempat sampah yang kami sediakan berasal dari ember cat bekas yang kemudian kami daur ulang dengan melakukan proses pembersihan dan pengecatan. Tempat sampah yang kami sediakan sebanyak 10 tempat sampah yang kemudian kami sebarkan dengan jarak 150-200 meter per tempat sampah. (*)