Mengapa Kajari dan Ketua PN Blitar Angkat Kaki Saat Upacara Sumpah Pemuda

SUMPAH PEMUDA : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95

“Kejadian ini berawal, begitu kami masuk ke tenda undangan, saya lihat deretan kursi untuk Forkopimda Provinsi Jatim sudah penuh. Lalu saya tanyakan pada petugas protokol, katanya tidak enak meminta tamu untuk berpindah tempat duduk,” jelasnya.

Ditambahkannya, sementara di deretan kursi tamu Forkopimda daerah, sudah ada yang mewakili pihak Kejari Blitar.

“Kan tidak etis lah, kalau duduk bersama staf yang mewakili saya. Demikian juga yang dari PN Blitar, apalagi saya kan sudah diperintahkan mewakil Ibu Kajati Jatim dan dari PN Blitar juga mewakili PT Jatim,” imbuhnya.

Agus menandaskan, karena tidak ada solusi dari protokol Setda Pemkab Blitar dari pada berdiri atau menempati kursi yang tidak semestinya. Kedua pejabat tersebut memutuskan untuk meminggalkan tempat upacara.

“Kami kecewa, tapi bagaimana lagi. Dari pada saya berdiri dan tidak enak duduk yang bukan pada posisinya,” tandasnya.

Bahkan menurut Agus, saat mau pulang, ajudannya ditegur anggota Satpol PP Kabupaten Blitar dengan kata- kata yang tidak mengenakan.