Memicu Pencemaran, Warga Ngelom Desak Penutupan Pasar Unggas Taman

Sementara dalam aksi yang terdiri sebagai besar ibu-ibu itu, tampak berkumpul di salah satu Ponpes di Ngelom. Kemudian mereka long march ke Pasar Unggas Sepanjang. Bahkan sempat menutup badan jalan. Sesampai di pasar unggas massa berdoa bersama di Makam Mbah Wali Dirjo Djoyo Ulomo. Aksi ini sempat membuat arus lalu lintas dua arah macet.

“Limbah yang dibuang ke sungai mengakibatkan aliran air Sungai Merr tersumbat. Saat hujan, air bercampur belatung meluap ke rumah warga. Apalagi pasar unggas membuang limbahnya di sekitar sungai membuat warnanya berubah merah. Bahkan, musim hujan seperti sekarang ini banyak bulu unggas dan set serta belatung yang menjijikkan itu masuk rumah warga,” jelasnya.

Tidak hanya itu, aksi warga juga didorong keprihatinan karena lokasi pasar unggas satu area dengan Makam Mbah Wali Dirjo Djoyo Ulomo. Hal itu membuat kumuh makam tokoh masyarakat setempat itu. Akibatnya, banyak peziarah yang mengeluhkan kondisi itu.

“Kami menuntut Pemkab Sidoarjo untuk mengaji ulang keberadaan pasar unggas. Kalau perlu pasar itu ditutup. Karena keberadaan pasar itu sangat mengganggu kehidupan warga sekitar,” pungkasnya. (par/wan)