Indeks

Mau Dipercaya Masyarakat, Polisi Malang Kota Gelar Forum Diskusi Bersama Dewan Pers dan Akademisi

MEMOX.CO.ID – Guna memperkuat soliditas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di era digital, Polresta Malang Kota menggelar Forum Grup Discussion (FGD) dengan tema “Mau Dipercaya Masyarakat, Pahami Harapannya” di Ballroom Sanika Satyawada, Mapolresta Malang Kota. (Sabtu, 24/05)

Digelar diskusi ini dengan harapan ke depan, seluruh personel Polresta Malang Kota dan Polsek jajaran yang mengikuti FGD ini mampu melayani masyarakat dengan lebih santun, profesional, proporsional, serta menjadi problem solver yang solutif bagi warga.

Transformasi Polri yang Presisi hanya bisa terwujud apabila setiap anggota paham akan harapan masyarakat dan mampu menjawabnya dengan kerja nyata.

Saat memberi sambutan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono menjelaskan bahwa FGD ini bentuk motivasi sekaligus penyegaran bagi seluruh anggota Polresta dan Jajaran agar mampu memahami ekspektasi masyarakat secara mendalam.

“Kami ingin menanamkan bahwa untuk menjadi Polri yang dipercaya masyarakat, kita harus mampu memahami apa yang menjadi harapan mereka.

Jika kita mampu menyentuh hati masyarakat, maka kepercayaan itu akan tumbuh. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menggugah kesadaran personel dalam memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan Presisi,” tegasnya.

Perlu kita ketahui bahwa FGD internal Kepolisian ini menghadirkan tiga narasumber kredibel dari bidang jurnalistik dan hukum, yaitu Wakil Dewan Pers Republik Indonesia Drs Totok Suryanto MM, Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Airlangga Prof Dr Nur Basuki Minarno SH, MHum, dan Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Airlangga Dr. Maradona SH, LL.M

Dalam paparannya,Wakil Dewan Pers Republik Indonesia Drs Totok Suryanto MM, menyoroti pentingnya kepekaan Polri dalam melayani masyarakat.

“Polri adalah institusi yang paling bersentuhan dengan masyarakat bawah. Maka, Polri harus benar-benar memahami siapa yang mereka layani. Insan Pers dan Polri sama-sama bekerja untuk rakyat, dan keduanya berada dalam pengawasan publik,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa di era digital ini, masyarakat bisa menjadi jurnalis secara langsung melalui media sosial.

“Oleh karena itu, Polri tidak bisa bersikap di atas masyarakat, tapi harus sejajar. Layani dengan empati, ramah, dan buatlah masyarakat terkesima. Polri harus mampu berinteraksi dengan masyarakat secara natural. Inilah tantangan di era multimedia yang semakin individual,” tegas Totok.(*)

Exit mobile version