Situbondo, Memox.co.id – Puluhan warga Desa Paowan dan belasan warga dari kota tetangga seperti Bondowoso, Probolinggo dan Banyuwangi datang berbondong-bondong mendatangi sebuah pompa air kuno peninggalan Belanda.
Akibat, Kepala Desa setempat memberikan keterangan bahwa ada temuan sumber air panas keluar mengalir dari lokasi tersebut. Padahal menurut tokoh masyarakat setempat hanya ada sumber air yang keluar mengalir dari pipa pompa biasa saja tidak panas, Selasa (08/06/2021) siang.
Datangnya puluhan warga tersebut berawal dari statement Kepala Desa Paowan, Saiful Hady, S Pd saat memberikan sambutan pada acara Konsolidasi Pemerintah desa Paowan dengan Aliansi Pegiat dan Pelaku Wisata Situbondo (AP2WS) untuk dijadikan destinasi wisata desa, bertempat di pendopo Paowan, kemarin.
Baca juga: Pemdes Paowan Gelar Konsolidasi dengan Pegiat Wisata
Sehingga, warga sekitar dan warga dari luar kota juga berdatangan ke pompa air kuno peninggalan Belanda itu, untuk memastikan kebenaran adanya temuan sumber air yang keluar dari pompa tersebut dan diberitakan oleh beberapa media online, sumber air tersebut panasnya mencapai hingga 40 derajat Celcius seperti yang dipaparkan oleh Kepala Desa Paowan.
“Sumber airnya memang keluar dari pipa besar pompa kuno dan airnya sangat bersih juga dingin. Namun tidak benar adanya berita dan video viral yang dijelaskan Patenggi (Kepala Desa, red) bahwa airnya panas,” kata Hayati (65), warga sekitar.
Menurutnya, setiap hari mandi dan mencuci pakaian menggunakan air yang mengalir dari sumber di area pompa kuno yang konon dikabarkan peninggalan Belanda. “Setiap hari saya mandi dan mencuci pakaian dengan menggunakan air dari sumber ini, sudah puluhan tahun. Yaa .. Tetap airnya biasa-biasa saja tidak panas,” ungkapnya.
Hal tersebut juga diterangkan Masria (67), arga Dusun Paowan, RT 03, RW 01, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Pihaknya merasa kaget ketika melihat banyak orang berbondong-bondong mendatangi pompa air kuno di lingkungannya.
“Tidak ada sumber air panas dilokasi ini dan tidak benar mengeluarkan air Banyu Urip. Jangan mengada-ada agar warga sekitar mau mandi dan mencuci di area pompa kuno terganggu oleh orang yang hendak melihatnya,” pungkasnya.
Kepala Dusun setempat, Aan Bugianto kepada wartawan Memo X mengatakan, sangat bohong sekali kalau ada sumber air panas di pompa kuno. (her/im/mzm)
