Masyarakat Bisa Membayar Melalui Bank Sampah.

70
0
ANTUSIAS : Warga Desa Tulungrejo antusias membayar pajak PBB di Kantor Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Rabu (26/6/2019).

Tingkatkan PAD Melalui PBB, BKD Jemput Bola ke Desa

Batu, Memox.co.id – Demi tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu, tim gabungan dari Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Bank Jatim Kota Batu blusukan ke desa-desa.

Mereka membuka pelayanan pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) dengan menggunakan sampah. Petugas gabungan datang ke Balai Desa Tulungrejo untuk melayani pembayaran PBB warga sekitar sejak pukul 9.00 – 16.00 WIB.

Selain pembayaran, pembukaan layanan kemarin juga digunakan petugas gabungan untuk mensosialisasikan program yang dilaunching DLH pada awal tahun 2019 ini. Karena masih banyak warga di Desa Tulungrejo yang belum memahami program pembayaran PBB dengan tabungan bank sampah.

“Karena program baru, banyak yang masih bertanya-tanya. Ada yang berpikir untuk bisa membayar PBB dengan sampah harus membawa sampah yang banyak, padahal tidak seperti itu, dana yang dipergunakan adalah dana yang ada di tabungan bank sampah,” ujar staf BKD M. Machfud, Rabu (26/6/2019).

Adapun mekanisme layanan pembayaran PBB dengan sampah daur ulang dimulai dari wajib pajak melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah yang anorganik terpilah disetorkan ke loket pelayanan di desa atau kelurahan. Di loket ini wajib pajak menyerahkan SPPT Pajak di loket layanan PBB sambil membawa buku tabungan bank sampah.

Disini mereka akan dilayani oleh petugas bank sampah LH, petugas Bank Jatim dan BKD Kota Batu. Saat itu petugas akan mengkalkulasi tagihan pembayaran dengan buku tabungan sampah.

“Jika saldo tabungan sampahnya kurang, wajib pajak tinggal menutupi berapa nilai kekurangannya,” jelas Mahfud.

Selain itu, tambah M. Mahfud, bukan hanya pembayaran sosialisasi juga disampaikan seperti balik nama PBB, pecah pipil pajak, NJOB dll.

“Dari sini partisipasi masyarakat terhitung meningkat hal ini berimbas positif pada PAD Kota Batu dari pajak PBB. Kan selain mudah masyarakat juga bisa memahami proses pembayaran dan tidak menyita waktu mereka,” imbuhnya.

Senada, Kepala Desa Tulungrejo Suliyono mengaku terbantu dengan program jemput bola serta pembayaran PBB dengan sampah. Selain untuk menjaga kebersihan pemanfaatan sampah rumah tangga (RT) bisa maksimal untuk menopang keperluan warga.

“Harapan saya terus dilangsungkan, untuk saran pihak pemerintah lebih menggencarkan sosialisasi pembayaran PBB dengan sampah supaya masyarakat semakin memahami sehingga lebih bermanfaat,” papar dia.

Dari pihak pemdes berjanji akan memaksimalkan program ini, untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan melalui pembayaran pajak yang tertib ini pemdes bekerjsama dengan PKK, pengumuman melalui pesan singkat, grup KIM Anjasmoro dll.

“Masyarakat terbantu, tidak langsung ke bank. Biasanya karena jauh masyarakat enggan membayar, sekaran tidak lebih dekat,” tutupnya. (lih/jun)