Masih Tak Puas, Wali Murid Kembali Geruduk Dispendik Tuntut Hapus Zonasi

DEMO : Ratusan wali murid yang menggeruduk ke Kepala Dinas

Surabaya, Memox.co.id –  “Hapus, hapus, hapus zonasi, hapus zonasi sekarang juga,” teriakan dari ratusan wali murid yang menggeruduk ke Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Ikhsan, Kamis (20/6).

Di tengah kerumunan wali murid yang bersahut-sahutan menyampaikan aspirasi, Ikhsan mengatakan, jika permintaan ibu-ibu, dikabulkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yakni pembagian persentase zonasi.

“Bapak-bapak, Ibu-Ibu, setelah kami tadi berkonsultasi dengan pusat, permintaan ibu-ibu sekalian dikabulkan, yakni untuk zonasi sebanyak 30 persen, dan 70 persen untuk rangking Nilai UN,” kata dia, kali ini disambut tepuk tangan dari wali murid.

Setelah menerima keluhan dan aspirasi wali murid selama satu jam setengah, Ikhsan kembali ke ruang kerjanya dengan raut muka lemas dan cara berjalannya pun sudah sempoyongan. Di ruangannya, ia menyampaikan kepada awak media, untuk 70 persen UN, 30 persen jarak.

“Tapi mereka minta lagi untuk membatalkan jarak, dan kita akan fasilitasi itu dengan data yang sudah ada. Data ini yang akan kita pakai, untuk kuota tadi. Yang bisa itu yang sudah mendaftar, jika tidak, kami tidak bisa melakukan tindak lanjut,” jelas Ikhsan.

Ia menyampaikan, jika setelah menerima aspirasi mulai kemarin (19/6) Dispendik Surabaya mengonsultasikan ke pusat dan semua harus mengikuti kebijakan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 51.

“Apabila tidak mengikuti konsekuensi Ditanggung setiap daerah. Bukan hanya anak-anak kita sekarang, tapi sekolah akan terdata berkaitan dengan sanksi dana bos, dana pusat, dan dana lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan dari pusat sendiri sudah bijaksana. Surabaya kemudian diberikan dan mengakomodir untuk anak-anak yang belum lolos sekolah negeri akan ada penambahan pagu di masing-masing sekolah dan setiap kelas. “Ini untuk solusi untuk anak Surabaya yang belum memperoleh sekolah,” kata dia.

“Pagu itu menyesuaikan dari kapasitas kebutuhan. Misal, pagu tidak terlalu melebihi kapasitas. Tambahan pagu tidak pakai jarak, dibuka untuk semua SMP negeri,” tambahnya.

Dengan jumlah yang ada, kebutuhan dari dispendik dalam memfasilitasi cukup besar. Ia berharap bisa menampung anak-anak yang belum bisa diterima di negeri.

Sejak awal, Ikhsan mengatakan sudah berdiskusi dengan wali murid yang datang ke kantor dispendik. Bahkan, sampai ada rumusan untuk mengombinasikan nilai dengan jarak.

Oleh sebab itu, untuk warga Surabaya yang kemarin (19/6) belum mendaftar, hari ini, Kamis (20/6) agar segera mendaftar. “Kami mengharapkan kepada masyarakat agar segera mendaftar jika belum mendaftar,” pungkasnya. (sst/ace/jun)