Malang,Memox.co.id – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gelombang 7 Kelompok 85 Tahun 2022 membantu mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) keripik singkong “No 1” milik bapak Sunardi, Minggu (18/09/2022).
Usaha kripik singkong “No 1” ini berada di Dusun Karanganyar Kidul RT 30 RW 12 Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang dan memiliki 3 karyawan yang masing-masing memiliki tugas yang berbeda.
Keberadaan UMKM saat ini mengalami berkembang sangat pesat dan persaingan antar usaha juga cukup ketat. Sehingga diperlukan strategi yang tepat agar dapat bersaing memasuki pasar. Pemilihan platform merupakan salah satu hal yang penting dalam mengembangkan UMKM.
Oleh karena itu, Mahasiswa UMM dalam kegiatan PMM membantu mengembangkan UMKM dengan cara membuat beberapa akun di media sosial agar dapat menjangkau konsumen secara luas.
Sebagai pemilik UMKM Keripik Singkong “No 1” Bapak Sunardi berharap dengan adanya mahasiswa PMM UMM ini usahanya dapat berkembang pesat. Strategi pengembangan UMKM yang dipilih menggunakan platform online, yaitu media sosial seperti Instagram, Telegram, dan WhatsApp.
“Semoga dengan teknik marketing ini usaha saya makin berkembang dan dapat menggaet konsumen secara luas,” inginnya.

Pemasaran keripik singkong selama ini yang dilakukan oleh Bapak Sunardi dengan cara menitipkan ke toko-toko kelontong di Desa Karanganyar dan sekitarnya. Sehingga produksi yang dilakukan hanya satu minggu sekali atau menunggu pemberitahuan dari toko-toko bahwa keripik singkong telah habis.
Setiap sekali produksi Bapak Sunardi menghabiskan kurang lebih 4-8 kuintal singkong. Bahan baku utama keripik singkong ini dikirim oleh pemasok dari Desa Pandansari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Keripik singkong yang berdiri tahun 2019 ini memiliki 3 varian rasa yaitu manis, asin, dan gurih.
Saat ini Bapak Sunardi memiliki 3 pegawai, 1 pegawai bertugas untuk mengatur mesin pemotong singkong dan penggorengan serta 2 pegawai bertugas untuk mengemas produk.
Pengemasan produk dilakukan sehari setelah penggorengan untuk memastikan keripik singkong sudah dalam suhu ruangan. Proses produksi yang pertama adalah pemotongan dan penggorengan singkong, pemotongan singkong dilakukan dengan mesin pemotong dan langsung dimasukkan ke dalam penggorengan.
Setelah penggorengan selesai akan ditiriskan dengan alat tradisional yaitu dengan menggunakan tampah dan ember. Keripik singkong yang telah tiris dan sudah dalam suhu ruang akan dimasukkan ke dalam plastik-plastik besar dan diikat rapat.
Sehari setelah itu, keripik singkong akan ditimbang dan dikemas secara rapi. Keripik singkong ditimbang sesuai dengan ukuran plastik yang digunakan, ukuran juga bervariasi ada yang kecil, sedang, dan besar. (*)
Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Gelombang 07 Kelompok 85 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Jurusan Akuntansi.
Dosen Pembimbing Lapang (DPL) : Luqman Dzul Hilmi, SE.,MBA.






