Mahasiswa PMM UMM Ajak Ibu PKK Mengelola Sampah Karung Bekas Menjadi Tas Belanja

MEMOX.CO.ID – Mengolah sampah menjadi prioritas besar bagi masyarakat Malang. Malang selain terkenal dengan tempat pariwisata, juga dikenal dengan banyaknya perguruan tinggi yang tegak berdiri sebagai tempat untuk menuntut ilmu. Kehadiran para intlektual muda di ibu kota Jawa Timur ini tentunya memberikan sebuah peluang besar untuk mengolah sampah menjadi poduk keratif. Hal ini menjadikan inspirasi oleh mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang untuk mengajak ibu PKK di desa Mulyoagung di Kota Malang. Jumat,(9/8).

Mengingat seriusnya pencemaran sampah plastik akibat pengelolaan yang buruk, hal ini menuntut semua pihak, terutama masyarakat Indonesia, untuk berperan aktif. Ada beberapa cara untuk mengurangi masalah pencemaran sampah di Indonesia.

Dengan kata lain, melakukan kegiatan 3R (reuse, reduction, recycle). Reuse artinya menggunakan kembali produk plastik. Kedua, kurangi aktivitas membeli atau menggunakan barang plastik, terutama barang sekali pakai. Selanjutnya, daur ulang. Merupakan proses pembuatan kembali barang yang dianggap tidak bernilai ekonomis  melalui proses fisik dan/atau kimia untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan kembali atau diperdagangkan.

Tentunya, antusiasme masyarakat menjadi nilai guna yang tinggi, pasalnya di beberapa pusat perbelanjaan di Kota Malang ini sudah tidak lagi menggunakan kantong kresek yang biasanya dipakai, karena hal ini Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang Mengajak Ibu PKK Desa Mulyoagung guna mengelola kantong bekas beras untuk dijadikan reusable bag untuk  belanja, selain itu hal ini juga sebagai bentuk rasa peduli kebersihan lingkungan dengan memanfaatkan kantong bekas beras untuk dijadikan reusable bag.

Mengolah  sampah menjadi  produk kreatif oleh mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang merupakan sebuah rasa kepedulian terhadap lingkungan yang dilakukan oleh mahasiswa.  Selain itu, pengolahan sampah menjadi produk kreatif akan memberikan motivasi masyarakat untuk ikut serta memanfaatkan sampah.

Dengan adanya informasi/edukasi mengenai cara mendaur ulang sampah menjadi suatu barang yang berharga atau bernilai jual maka dapat memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat serta dapat membantu mengurangi angka pencemaran sampah plastik sehingga terciptanya lingkungan dan ekosistem yang baik serta dapat menurunkan dampak negatif dari pencemaran sampah yang mendatangkan penyakit bagi masyarakat. Pengetahuan masyarakat yang baik ditunjang dengan cara mengolah kembali sampah plastik yang baik pula dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi negara serta menjadikan negara terbebas dari pencemaran sampah plastik. (*)