Kualitas Jelek dan Harga Turun, Cabai Rawit Satu Pikap Dibuang ke Sungai

Potongan video yang memperlihatkan dua orang sedang membuang cabai rawit ke sungai.

Bondowoso, Memox.co.id – Tersebar video berdurasi 30 detik yang berisi rekaman dua orang sedang membuang cabai rawit ke sungai. Aksi kemungkinan sengaja di rekam ke video oleh teman lainnya. 

Cabai tersebut dimuat pikap terbuka dan ditutupi terpal. Terlihat dua orang membuka terpal lalu membuang cabai-cabai ke aliran sungai dengan menggunakan tangan kosong.         

Dalam video tersebut tertulis ‘gembel Bondowoso ini bosss’ dan kalimat ‘Ettotak lah boss (sudah dituang/dibuang bos). Belum diketahui dengan pasti video itu berlokasi di wilayah mana.    

Baca juga: Dua LSM di Bondowoso Berkolaborasi Bongkar Tender Abal-abal       

Indikasi bahwa lokasi tersebut di wilayah Bondowoso terlihat logat bahasanya dan pernyataan petani cabai, Heri Masduki. Menurutnya, akibat intensitas hujan tinggi menyebabkan tanaman cabe banyak yang rusak. 

“Kualitas tanaman cabe sangat jelek dan harga turun. Jadi benar kalau lokasi pembuangan cabe itu di wilayah Bondowoso. Mungkin sudah kecewa, akhirnya dibuang,” kata Heri, sapaannya, Minggu (14/11/2021).         

Ditambahkan, cuaca yang tidak bersahabat membuat petani cabai rugi besar. Hujan bukan hanya turun pada pagi saja, tapi sepanjang hari hingga malam hari. Dan turunnya hujan tidak bisa diprediksi.         

Biasanya, kata Heri, bulan November intensitas hujan mengurang, tapi yang terjadi sebaliknya. 

“Saya sendiri menanam cabai seluas 2 hektar. Akhir-khir ini cuaca memang tidak menentu,” ujarnya.         

Kondisi semakin parah ketika harga cabai hanya Rp 2 ribu/kg. “Biaya menanam cabe sangat besar. Sehingga kalau harga cabai Rp 2 ribu/kg, kembali modal saja sudah untung. Kalau rugi sudah pasti,” pungkas Heri. (sam/mzm)