Situbondo, Memox.co.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Situbondo membatasi penumpang kapal feri di pelabuhan penyeberangan Jangkar, Situbondo, dengan tujuan sejumlah kepulauan di Sumenep, Madura, Jawa Timur.
KSOP Kelas IV Panarukan, Situbondo juga menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 secara ketat. Selain diwajibkan mengenakan masker, para calon penumpang juga diwajibkan menjalani rapid test antigen berbayar, sebelum masuk kapal feri.
Dilansir dari memontum.com,ada dua pemberangkatan kapal feri ke sejumlah kepulauan di Sumenep Madura, yakni KMP Satya Kencana dan KMP Munggiyango Hulalo.
- Baca juga: Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 dan HUT IAD ke-21, Kejari Situbondo Gelar Vaksinasi Massal
Untuk KMP Satya Kencana, dengan tujuan Pulau Sepudi hanya berpenumpang sebanyak 10 orang, sedangkan KMP Munggiyango Hulalo tujuan Pulau Kalianget, Kabupaten Sumenep, hanya berpenumpang 9 orang.
“Habis kulakan Sembako dan kebutuhan pokok yang lain di Situbondo, saya langsung pulang menggunakan kapal feri di Pelabuhan Penyeberangan Jangkar,” kata Jakfar, warga Sepudi, Senin (19/7/2021).
Kepala KSOP Kelas IV Panarukan Situbondo, Andy Amran mengatakan, di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, pihaknya membatasi jumlah penumpang kapal feri, dengan tujuan sejumlah kepulauan di Sumenep Madura.
“Pembatasan penumpang selama penerapan PPKM Darurat ini, sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Bahkan, selama penerapan PPKM Darurat, kapal feri tujuan Madura didominasi paket sembako,” kata Andi Amran.
Andi Amran menambahkan, untuk kali ini, ada dua pemberangkatan dua kapal feri. Yakni KMP Satya Kencana yang berkapasitas 100 penumpang lebih itu, tujuan Pulau Sepudi hanya mengangkut 10 penumpang.
“Sedangkan satu lagi, KMP Munggiyango Hulalo tujuan Kalianget, Sumenep, hanya membawa 9 orang penumpang,” pungkasnya. (her/mzm)






