Pasuruan, Memox.co.id – Sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan mengalami kekeringan. Namun, kekeringan yang terjadi, tak separah tahun-tahun sebelumnya. Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Haris menuturkan, kekeringan yang terjadi tahun ini, tak seluas tahun lalu.
Buktinya, hingga Oktober 2021 ini, hanya ada sembilan desa yang mengalami kekeringan. Padahal tahun lalu, mencapai 23 desa.
“Ada penurunan kasus kekeringan yang terjadi di tahun 2021,” beber haris, Senin (11/10/2021).
Sembilan desa tersebut, diantaranya terjadi di Watulumbung, Karangjati dan Cukurguling, Kecamatan Lumbang. Selain itu, juga terjadi di Kecamatan Lekok, yakni Balunganyar, Wates, Semedusari dan Pasinan serta, di Kecamatan Pasrepan, terjadi di Mangguan dan Ngantungan.
- Baca juga: Ratusan Penghuni Rutan Bangil Belum Divaksin
Padahal, tahun lalu ada 23 desa yang mengalami kekeringan. Tersebar di Kecamatan Gempol, Winongan, Lumbang, Pasrepan, Lekok, Kejayan dan Grati.
“Tahun lalu, ada 23 desa di tujuh kecamatan yang mengalami krisis air. Seperti di Kecamatan Lumbang misalnya. Ada Desa Lumbang, Watulumbung, Cukurguling, Karangjati dan Karangasem. Belum lagi kecamatan yang lain. Tapi, tahun ini, relatif berkurang,” ungkap dia.
Haris memperkirakan, rendahnya kasus kekeringan ini, dipengaruhi beberapa faktor. Selain anomali cuaca juga dipengaruhi sejumlah program yang telah dilakukan pemerintah. Yakni program pipanisasi yang membuat kebutuhan warga akan air, banyak terpenuhi. (rif/mzm)
