Kota Malang Menjadi Tuan Rumah Festival Panji, Peserta Delegasi Diajak Kunjungi Museum Mpu Purwa

Kota Malang Menjadi Tuan Rumah Festival Panji, Peserta Delegasi Diajak Kunjungi Museum Mpu Purwa
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Suwarjana, beserta jajarannya dan pejabat dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Yusmawati. (foto: fat)

MEMOX.CO.ID – Kota Malang menjadi tuan rumah Festival Panji Internasional atau Panji Festival 2023 setelah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kota Kediri, dan Kota Surabya. Rombongan peserta Festival Panji dari 8 delegasi sejumlah Negara tiba di Kota Malang pada Kamis (19/10/2023).

Delegasi Asean yang hadir yakni dari Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Kegiatan ini merupakan rangkaian pagelaran Festival Panji International, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama delegasi Asean.

Rombongan delegasi melakukan kunjungan ke museum Mpu Purwo Kota Malang. Untuk selanjutnya, rombongan dijamu oleh Disdikbud kemudian dilanjutkan  melihat-lihat beberapa peninggalan yang tersimpan di museum tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Suwarjana menyampaikan, ini merupakan city tour yang kebetulan dijamu di museum Mpu Purwo Kota Malang. Mereka nantinya pada tanggal 21 Oktober 2023 malam akan menampilkan sebuah cerita Panji.

Menurut Suwarjana, cerita Panji ini tidak hanya dipunyai oleh Indonesia, akan tetapi juga bangsa bangsa di Negara Asean. Kegiatan ini sebagai alat dalam mempersatukan 8 negara untuk tampil dalam satu cerita.

“Panji ini tidak hanya dipunyai oleh Indonesia, akan tetapi juga di Asean. Kegiatan ini sangat bagus, bisa mempersatukan 8 negara tampil dalam satu cerita,” tukas Suwarjana.

Suwarjana berharap kegiatan Festival Panji tersebut dapat memperkenalkan budaya bagi anak-anak. Kerena perkembangan jaman yang semakin maju membuat anak lupa akan kebudayaan. Menurutnya kebudayaan dapat menumbuhkembangkan karakter anak.

“Yang jelas untuk pengenalan budaya bagi anak-anak kita, bagaimanapun juga sekarang dengan perkembangan zaman anak kita sudah lupa terhadap kebudayaan. Padahal kebudayaan ini menumbuh kembangkan karakter anak,” ujar Suwarjana.

Sementara itu pejabat dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Yusmawati menyampaikan, ini bentuk perawatan yang harus dilakukan. Setelah diakui oleh Unesco maka untuk selanjutnya harus dilakukan pelestarian yang dikembangkan ceritanya di masyarakat.

Disinggung mengenai kenapa Kota Malang menjadi tuan rumah Festival Panji ini, Yusmawati menyebutkan bahwa Kota Malang termasuk Kota Panji.

“Karena Kota Malang termasuk Kota Panji, jadi kita menawarkan kota yang panjinya masih hidup agar menjadi perbandingan sebagai wilayah yang dulunya ada sekarang berkembang di wilayah lain di negara lain, dan seperti apa di negara lain itu perlu kita lihat,” ungkap Yusmawati. (adv/fat/red)