MEMOX.CO.ID – Setelah menunggu hingga 21 tahun, di umur yang ke 22 tahun Kota Batu akhirnya berhasil meraih penghargaan bergengsi di bidang lingkungan dengan membawa pulang Penghargaan Trophy Adipura Tahun 2022 Kategori Kota Sedang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mengatakan 209 di bank sampah ikut berperan blaktif dalam perolehan Adipura tersebut.
Kepala DLH Kota Batu Aris Setiawan mengatakan pembinaan bagi 209 unit Bank Sampah di Kota Batu bahkan mampu menghasilkan uang mencapai Rp 400 juta dalam setahun. “Ada berbagai usaha program yang dilakukan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Salah satunya penanganan pilah sampah dari tingkat RT RW melalui pembinaan ratusan Bank Sampa,” ujarnya pada Rabu (1/3/2023).
Lebih lanjut, pembinaan bank sampah sendiri menjadi prioritas DLH Kota Batu dalam penanganan, khususnya pilah sampah dari tingkat bawah atau RT RW. Mengingat selama tahun 2022 kemarin untuk jumlah timbulan sampah 49.359,46 ton/tahun.
Dengan adanya Bank Sampah tersebut, DLH mampu merealisasi pengurangan sampah 12,74 persen atau 6.286,22 ton/tahun. Dengan catatan realisasi penanganan sampah 85,04 persen atau 41.975 ton/tahun dan jumlah sampah tidak terkelola 2,22 persen 1.098,24 ton/tahun. Untuk jumlah Bank Sampah di Kota Batu sendiri pada 2022 mengalami kenaikan sebanyak 20 unit dari 2021 lalu sejumlah 189 unit. Begitu juga dengan jumlah nasabah bank sampah di Kota Batu Tahun 2022 mencapai 4.180 orang dari tahun Tahun 2021 sebanyak 3.960 orang.

Untuk upaya lainnya dalam pengurangan sampah, DLH juga mensosialisasi pengurangan sampah kepada sekolah, RW, Desa dan instansi. Serta pembagiam sarana dan prasarana penunjang kegiatan pengurangan sampah pada bank sampah, sekolah, pondok pesantren. “Kamu juga melakukan pendampingan teknis pembuatan composting, pembuatan eco enzyme dan administrasi bank sampah kepada sekolah, RW, Desa, instansi seperti pendidikan,” imbuhnya.
Diketahui, Piala Adipura ini adalah penghargaan pertama yang diterima Pemerintah Kota Batu setelah 21 berdiri sebagai daerah otonom, menurutncatatan Dinas Lingkungan Hidup Piala Adipura kategori kota kecil juga pernah diterima oleh Kota Batu pada 1996, 26 tahun saat Kota Batu masih berstatus Kota Administratif.
Pj Walikota Batu Aries Agung Paewai mengatakan Piala Adipura tersebut merupakan penghargaan untuk seluruh masyarakat Kota Batu yang telah bekerja bersama, bergotong-royong mewujudkan Kota Batu yang bersih, indah dan nyaman. “Penghargaan ini merupakan wujud kerja bersama, gotong royong seluruh masyarakat, Pengusaha dan Pemerintah yang berhasil mewujudkan Kota Batu yang indah bersih dan nyaman, bagi masyarakat dan wisatawan. Kita tidak boleh berhenti sampai disini, ke depan akan kita lakukan lebih intensif lagi dengan kerja bersama sleuruh masyarakat,” paparnya.
Usai menerima penghargaan, Pj Wali Kota Batu menyampaikan pengelolaan tata lingkungan bukan berhenti sampai disini saja, namun ke depan harus lebih baik, dan lebih intensif lagi dengan dukungan dari seluruh masyarakat. Ia juga menyebutkan penghargaan juga bisa diraih karena peran DPRD Kota Batu dalam mendukung program pemerintah untuk mengelola sampah secara profesional di TPA utamanya dalam penganggaran mesin pengolah sampah sehingga volume sampah yang menumpuk dapat berkurang disetiap waktunya.”Saya yakin Pimpinan dan Anggota DPRD mendukung untuk menjaga lingkungan kita dari sampah dan mewujudkan Kota Batu Bersih, indah dan nyaman untuk semuanya,” bebernya.
Diketahui, untuk Provinsi Jawa Timur ada 10 daerah penerima Trophy Adipura yaitu Kabupaten Pacitan, Kabupaten Malang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jombang, Kabupaten Bojonegoro, Kota Blitar, Kota Batu, Kota Malang dan Kota Madiun. Sementara itu Kota Surabaya mendapat Adipura Kencana Kategori Kota Metropolitan. (adv/rul)






