Korban Tragedi Kanjuruhan Gagal Bentangkan Poster Tuntut Keadilan Saat Presiden Jokowi Datang ke Malang

Salah satu keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang hendak membentangkan foto korban Kanjuruhan. (foto:cw2)

MEMOX.CO.ID – Sekitar 20 orang lebih keluarga korban Tragedi Kanjuruhan ikut meramaikan kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Malang, Senin (24/7/2023). Mereka hendak membentangkan foto-foto korban Tragedi Kanjuruhan dan tulisan bernadakan usut tuntas.

Sayangnya, saat euforia itu berlangsung, tulisan dan foto korban Tragedi Kanjuruhan dilarang dibentangkan. Sehingga tulisan meminta keadilan kepada orang nomor satu di pemerintahan RI itu lenyap seketika.

“Padahal kami hanya berdiri, tidak berorasi, hanya membentangkan tulisan saja di pinggir jalan,” kata Devi Athok, salah satu keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

Salah satu keluarga korban tragedi Kanjuruhan Devi Athok yang ikut saat membentangkan foto korban Kanjuruhan. (foto:cw2)

Alasan aparat menyuruh tidak membentangkan tulisan dan foto, dikatakan Devi, karena menggangu ketertiban umum. Selain itu, kedatangan Jokowi ke Malang juga bukan untuk Tragedi Kanjuruhan, melainkan kunjungan kerja.

Atas dasar itulah, aparat memerintahkan untuk menurunkan tulisan dan foto korban.

“Saya datang ke Jakarta susah menemui beliau. Mumpung di Malang saya membentangkan kaos, foto korban dan tulisan untuk mencari keadilan,” katanya.

Pria yang kehilangan dua putrinya dalam Tragedi Kanjuruhan, NDR, 16, dan NDB, 13, melanjutkan, isi di dalam kertas tersebut hanyalah tulisan untuk meminta keadilan kepada Jokowi. Kemudian meminta keadilan kepada Ketua Umum PSSI yaitu Erick Thohir.

“Tidak ada kata-kata rasis. Cuma itu aja,” kata dia kepada wartawan Memo X.