Sementara itu salah seorang warga Mbok Yem, warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berada di Jalan Desa Penatarsewu RT 01 RW 01, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo ini mengaku warga sekitar tidak ada yang tahu persis bagaimana kejadian perampasan dan pembegalan itu. Saat itu, warga hanya mendengar bunyi keras seperti sepeda motor terjatuh.
“Setelah saya keluar rumah, korban sudah jatuh tertelungkup. Seketika itu, warga keluar menolong korban. Saya hanya melihat dua orang lelaki menggunakan sepeda motor menancapkan gas kencang ke arah timur,” ungkapnya.
Saat ditolong dan dievakuasi warga, kata Mbok Yem korban belum bisa ditanyai sama sekali soal kejadian yang menimpa dirinya itu. Diduga kemungkinan korban masih dalam kondisi shock berat.
“Tetapi setelah itu, korban hanya mengaku kalau uangnya habis dirampas dua orang lelaki yang kabur itu,” jelasnya.
Setelah kejadian itu, warga langsung membawa korban ke Puskesmas Tanggulangin. Namun korban langsung dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Salah seorang warga juga memberitahu pemilik toko terkait kondisi pekerjanya yang menjadi korban perampasan itu. Usai mendapatkan laporan, pemilik toko dan keluarga korban akhirnya melaporkan insiden itu ke Polresta Sidoarjo.
Kepala IGD RSUD Sidoarjo, Ivan Setiyawan menerangkan jika kondisi korban saat dibawa ke RSUD mengalami bengkak pada mata kiri serta luka lecet di tangan dan kakinya.






