Tak hanya kerusakan ekosistem alam, kebakaran akibat flare pasangan prewedding itu juga berakibat pada matinya sektor pariwisata. Perputaran uang senilai miliaran rupiah, hangus begitu saja selama penutupan pariwisata.
“Sekarang ini biasanya musim liburan turis. Tapi karena ditutup, ya pada batalkan semua kunjungan,” keluh salah satu pemandu wisata Bromo, Hadi.
Kini api sudah berhasil dipadamkan. Masyarakat Tengger dan pelaku wisata setempat berharap, otoritas terkait segera membuka kembali aktivitas wisata Bromo. (sty/ono)
