Surabaya, Memox.co.id -Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengimbau agar masyarakat Jatim tak ikut pergerakan ‘Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat’ (GNKR) dalam menanggapi kecurangan pemilu yang digaungkan oleh Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais.
Menurut Khofifah, di momen Ramadhan ini sebaiknya masyarakat melakukan ibadah puasa yang khusyuk di rumah maupun di pesantren masing-masing. Bahkan gubernur perempuan pertama di Jatim itu memohon kepada masyarakat untuk mengurungkan niatnya berangkat ke Jakarta.
“Saya mohon kita melakukan dengan khidmat ndak usah keluar kota, ndak usah keluar Jatim proses yang sudah dilakukan di Jatim dari TPS. Kemudian kota dan provinsi semuanya sudah selesai,” imbau Khofifah, usai menghadiri acara Buka Puasa Bersama Kapolda Jatim dan Forkopimda Jatim di Mapolda Jatim, Jumat (17/5). Jadi, lanjutnya, sebenarnya proses konstitusi di Jatim itu sudah selesai, selain itu terkait proses-proses untuk bisa memberikan apresiasi terhadap seluruh dinamika masing-masin juga selesai.
“Jadi saya mohon kita khidmat pada bulan ramadhan kita,” pungkasnya. Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menegaskan jika ada masyarakat yang ngotot untuk berangkat ke Jakarta, pihaknya akan melakukan razia di titik-titik keberangkatan massa.
Selain melakukan razia, pihak kepolisian juga akan melakukan pendekatan persuasif terhadap masyarakat. Imbauan itu dimaksudkan agar masyarakat berfikir ulang untuk tidak berangkat mengikuti pergerakan tersebut.
“Kita pasti akan lakukan sweeping dan kami akan lakukan tindakan tegas apabila mereka membawa senjata tajam. Kami dengan Pangdam sudah sepakat apabila mereka memaksakkan diri untuk berangkat kami akan lakukan penangkalan atau pencegahan,” tutur Kapolda. Ia pun meminta agar masyarakat tak terpancing dengan ucapan atau provokasi tentang ajakan ke Jakarta yang mulai tersebar masif di media sosial.
“Kami mengajak masyarakat jatim untuk ikut menjaga NKRI ini. Kami tahu bawa di medsos ini sungguh luar biasa ajakan-ajakan ke Jakarta dengan adanya pihak-pihak yang ingin memperkeruh,” ujarnya.
Namun Polda Jatim mempersilahkan apabila massa ingin melakukan demonstrasi, pihak kepolisian akan mengizinkan. Dengan syarat, aksi tersebut hanya di wilayah Jatim saja. “Silahkan kegiatan cukup di Jatim saja, kita siap kan tempat, kita jaga kita amankan, tidak perlu berangkat ke jakarta,” pungkasnya.
Sebelumnya, Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais menyatakan jika saat ini dirinya tak akan menggunakan people power. Amien awalnya menyinggung soal Eggi Sudjana yang ditangkap Polisi lantaran dituduh makar lantaran menyerukan people power. Karenanya, mulai sekarang ia tak menyerukan ucapan itu lagi.
“Saya ingatkan Eggi Sudjana ditangkap polisi karena bicara people power. Dari sekarang kita tidak gunakan people power,” tegas Amien di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).
Karenanya, Politikus PAN itu pun menyerukan ajakan baru berupa gerakan rakyat. Ia meminta semua pendukung Prabowo-Sandi untuk menyerukan hal tersebut. “Tapi kita gunakan gerakan kedaulatan rakyat. Siapa yang menghadapi rakyat insya Allah kita gilas bersama-sama,” tambah Amien. (sur/ano/jun)






