Surabaya, Memox.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa besama Menteri Lukman Hakim Saifuddin menyambut kedatangan para CJH yang rencananya bakal diberangkatkan ke tanah suci besok dini hari tersebut.
Sebanyak 450 orang calon jamaah haji (CJH) kloter 1 Embarkasi Surabaya dari Magetan mulai memasuki Asrama Haji, Jumat (5/7/2019).
Saat menyapa para CJH, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa selama mereka di Makkah dan Madinah, hingga kelak kembali ke tanah air mereka adalah duta bangsa.
“Karena panjenengan adalah duta bangsa, maka tolong semuanya dijaga sebagai satu kesatuan dan perwakilan bangsa. Jika nanti ke toko belanja bertemu orang di sana sampaikan bahwa persaudaraan antar umat Islam dan antar umat beragama di Indonesia berjalan baik,” kata Khofifah.
Lantaran jamaah dari Indonesia dan khususnya dari Jawa Timur jumlahnya besar, maka menjadi juru bicara pada dunia tentang membangun Islam rahmatan lil alamin adalah sangat penting. Khususnya pada CJH yang bisa berkomunikasi menggunakan bahasa arab.
“Jika tidak mengganggu kekhusyukan ibadah penjenengan semua, maka sampaikan bahwa umat Islam di Indonesia bersaudara dengan sangat baik,” imbuhnya.
Tak lupa Khofifah yang juga merupakan Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut juga mengajak para CJH untuk melantunkan kalimat talbiah.
Ia berpesan agar seluruh CJH menjaga kesehatan selama di tanah suci agar ibadahnya berjalan lancar dan menjadi ibadah haji yang mabrur.
Data yang didapatkan, jumlah dua kloter pertama yang datang di Asrama Haji berasal dari Magetan sebanyak 450 orang. Nanti mereka akan dibarengi oleh 5 orang petugas.
Selain itu, hari ini juga akan disusul kedatangan CJH kloter II dari Ngawi sebanyak 315 orang, Ponorogo sebanyak 62 orang dan Kota Surabaya sebanyak 68 orang.
Dalam kesempatan tersebut Menag Lukman juga menyampaikan, bahwa ada sejumlah perbaikan fasilitas untuk jamaah haji yang bisa dinikmati mulai tahun ini.
“Ada yang paling baru yang belum ada tahun sebelumnya, jamaah haji tahun ini. Semua jamaah haji selama di Makkah akan tinggal satu zonasi khusus dari Jawa Timur. Zonasi ini kita kelompokkan berdasarkan embarkasi provinsi, dulu kan terpisah-pisah,” kata Menag Lukman.
Dengan fasilitas zonasi ini, jamaah akan mudah bertemu dengan kenalan atau kerabat se-daerah. Petugas yang membantu juga diterapkan zonasi kedaerahan. Sehingga kendala bahasa bisa terbantu dengan sistem ini
Selain itu tahun ini untuk pertama kalinya bakal dipsang AC di tenda-tenda di Arafah. Sebelumnya fasilitas yang tersedia hanya kipas angin saja.
Hal ini dilakukan selain untuk mengantisipasi musim panas juga demi peningkatan kualitas layanan untuk jamaah haji agar ibadahnya semakin khusyuk.
Serta, yang juga inovasi tahun ini untuk CJH adalah adanya peningkatan pelayanan di mana petugas kloter seluruhnya, mulai tim pembimbing, dokter dan perawat sudah gunakan aplikasi dalam melaporkan aktivitas di kloternya masing-masing.
Berbeda dengan selama ini yang laporannya dilakukan secara manual. Sistem itu menyulitkan dan kurang akurat, maka tahun ini Kemenag mengefektifkan sistem laporan menggunakan aplikasi online.
“Dan mulai tahun ini ada layanan bagasi. Akan ada petugas yang mengatur dan mengangkut koper jamaah dari pesawat sampai bandara, hingga diantar ke hotelnya. Para jamaah nggak usah repot urus kopernya. Insya Allah akan tiba di hotelnya masing-masing,” (ace/jun)






