Kematian Sapi Kian Merebak, Tapi Dispertan Tak akan Tutup Pasar Hewan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Suyono, M.Si
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Suyono, M.Si

MEMOX.CO.ID – Kaskus Kematian sapi di Sampang terus meningkat diduga karena terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) . Dari total sebanyak 241 sapi yang terjangkit, hanya 80 ekor yang dinyatakan sembuh.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Suyono, M.Si, menjelaskan jumlah sapi yang mati kurang lebih 13 ekor. Dan faktanya di bawah pada pertengahan November ini kematian sapi tersebut merajalela.

“Sejak November 2024 sampai dengan Januari 13 Januari sudah ada laporan 700 lebih sapi yang sakit di kabupaten Sampang, yang mati ada 13 kemudian yang sembuh ada 300 lebih,”ujarnya.

Dia menegaskan bahwa penyakit sapi yang sekarang bukan hanya Penyakit Mulut dan kuku (PMK), melainkan ada Bovine Ephemeral Fever (BEF) atau demam tiga hari yaitu penyakit yang menyerang sapi dan kerbau yang disebabkan oleh virus. Dan Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau cacar sapi yaitu penyakit infeksi kulit pada sapi yang disebabkan oleh virus LSDV. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit sapi yang disebabkan oleh virus dan cuaca.

“Intinya kami sampaikan bahwa sapi yang mati ini bukan “tanda penyakit PMK, karena banyak penyakit sapi lainnya cuma karena cinta ini sudah merubah dan sekarang kasusnya sapi yang sakit ada sekitar 750,”ucapnya.

Oleh karena itu, Dispertan melakukan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) kepada peternak bahwa penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sekarang berbeda dengan yang dulu.

Kendati demikian, pihaknya tidak melakukan upaya pencegahan seperti menutup pasar hewan untuk sementara waktu. Justru Dispertan hanya melakukan penyemprotan di beberapa titik pasar hewan di Sampang.

“Kalau penutupan pasar kita menunggu dari kementerian entah itu surat atau apa, Setelah dari kementerian baru ke provinsi dan baru sampai kepada daerah,”terangnya.

Dia menuturkan, tanpa adanya penutupan terhadap pasar pun masyarakat sudah sadar akan hal tersebut. bahkan beberapa pasar sekarang sudah mulai sepi akibat banyaknya sapi yang sakit dan bahkan mati. (asy)