MEMOX.CO.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maharani Malang menyelenggarakan pengabdian masyarakat tentang “Strategi Emosi Dan Spiritual Remaja Yang Beresiko Bunuh Diri Sebagai Jalan Keluar Dalam Pemecahan Masalah” di SMAS Diponegoro Tumpang, pada hari Senin, pukul 08.00 WIB. Yang diikuti oleh peserta siswa-siswi dari kelas XI SMAS Diponegoro Tumpang sebanyak 176 peserta.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka untuk memenuhi tugas akhir semester 4 ini. Dan kali ini sasarannya adalah remaja yang masih aktif dibangku sekolah. “Kita tahu bahwa remaja ini rentan akan masalah emosi, jika hal itu tidak bisa teratasi akan menjadi sebuah hal yang sangat fatal” ucap, bapak Ns. Kurnia Laksana. S. Kep., M.Kep., CH., CHt. Saat menyampaikan sambutan. Sebagai dosen penanggung jawab dalam acara Pengabdian Masyarakat STIKes Maharani Malang.
Di waktu yang sama, Wakil Kepala bagian Kesiswaan SMAS Diponegoro Tumpang, Bapak Yusakh Andriana Safi’i, S. Pd dalam memberikan sambutannya menyampaikan “Bunuh diri bukanlah jalan keluar untuk kalian para remaja dalam menyelesaikan masalah” ulasannya.
Kegiatan dimulai dari pembukaan yang dibuka Anisa Nuraini, selaku Master of Ceremony, kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penyerahan Cinderamata oleh pihak STIKes Maharani Malang kepada pihak SMAS Diponegoro Tumpang.
Sebelum masuk ke pemaparan materi, mahasiswa melaksanakan pre test kepada siswa-siswi SMAS Diponegoro Tumpang, kemudian pemaparan materi dari mahasiswi Stikes Maharani Malang dengan materi Strategi Emosi Dan Spiritual Remaja Yang Beresiko Bunuh Diri Sebagai Jalan Keluar Dalam Pemecahan Masalah oleh Melinda Puspita Sari dan dilanjut dengan post test setelah pemateri selesai memaparkan materinya.
Sebelum acara inti dimulai, sebagai penyemangat moderator Lintang Amanda Pratiwi memimpin yel-yel ”SMA Diponegoro.. Sehat Mentalku, Sehat Jiwaku...”
Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengurangi angka bunuh diri yang terjadi pada remaja indonesia khusunya remaja di kota hingga kabupaten Malang saat ini. Dengan menjadikan strategi emosi dan spiritual para remaja menjadi jalan keluar untuk peermasalahan mereka.
Akhir kata MC menyampaikan “Ketika kamu merasa sendirian dan putus asa, ketika kamu merasa lelah dengan hidup, serahkan segala bebanmu kepada Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan mu adalah tempat terbaik untukmu menemukan ketenangan dan kedamaian“. (*)
