Kecelakaan Maut Tol Cipularang

Rita Sempat Lihat Mobil Terbang

Jakarta, MemoX.co.id
Kecelakaan maut sekaligus beruntun terjadi di Tol Cipularang KM 91, Purwakarta, Jawa Barat pada Senin (2/9/2019). Kecelakaan di jalur arah Jakarta, tepatnya kilometer 91+400 tersebut, terjadi pada sekitar pukul 13.00 WIB.


Berdasar keterangan polisi, kecelakaan di Tol Cipularang itu semula disebut melibatkan sekitar 15 kendaraan. Namun, belakangan polisi menginformasikan kecelakaan maut itu melibatkan sekitar 20 kendaraan. Ada 4 kendaraan terbakar akibat kecelakaan itu. Data korban kecelakaan di Tol Cipularang juga berubah-ubah.

Semula polisi menyebut kecelakaan itu menyebabkan 6 orang tewas dan 8 lainnya terluka. Korban luka sudah dibawa ke RS Bayu Asih Purwakarta, Rumah Sakit Siloam Purwakarta, dan Rumah Sakit Thamrin Purwakarta. Kemudian, pada Senin sore, data jumlah korban tewas akibat kecelakaan di Tol Cipularang bertambah meskipun belum ada informasi soal identitas mereka. “Data sementara jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan 20 kendaraan dan korban meninggal dunia 9 orang,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo lewat keterangan tertulis, pada Senin sore.


Dugaan Penyebab Kecelakaan di Tol Cipularang Hari Ini Adapun Kasatlantas Polres Purwakarta AKP Ricky Adi Pratama sempat menjelaskan dugaan awal soal penyebab kecelakaan di Tol Cipularang itu saat diwawancari Kompas TV pada pukul 14.00 WIB, hari ini. “Penyebab kecelakaan tol Cipularang diduga karena medan jalanan menurun. Dugaan kuat tabrakan beruntun adalah pengemudi tidak bisa menjaga jarak aman,” kata Ricky.


Menurut dia, kendaraan pertama yang paling depan dalam kecelakaan beruntun itu ialah truk. “Tetapi masih dilakukan penyelidikan,” ujar dia.


Salah seorang pekerja, Rita Sugiarto (43) mengetahui persis detik-detik kecelakaan tol Cipularang yang merenggut 9 korban jiwa tersebut. Dikatakan Rita, peristiwa tersebut terjadi ketika memasuki waktu istirahat siang.


“Saya lihat dumptruk dari arah atas (Bandung) oleng menabrak pembatas jalan, pokoknya cepat, suara keras,” ujarnya di KM 91 Tol Cipularang Kabupaten Purwakarta. Senin (2/8/2019).


Ia bahkan melihat langsung kejadian saat mobil dump truk yang diduga sebagai pemicu terjadinya tabrakan beruntun terguling. Selain itu, Rita juga menyaksikan, sebuah kendaraan minibus berwarna silver sempat terjun melayang untuk menghindari kendaraan di depan.
“Yang saya ngeri itu saya lihat mobil xenia terbang, kayanya banting setir, soalnya kan dari jalan tol ke bawah itu ada 15 meter tingginya, untungnya sopirnya selamat,” jelasnya.


Bukan hanya melihat kendaraan melayang, suasana mencekam cukup terasa ketika tabrakan tol Cipularang tersebut terjadi, hingga mengakibatkan terbakarnya empat kendaraan, bahkan suara ledakan terdengar lebih dari dua kali. “Kalau saya lihat api tiba – tiba muncul, dan ada suara duar dari kendaraan,” jelasnya.


Kendaraan terbakar menurutnya berlangsung sangat cepat, apalagi lokasi kejadian persis di tempat dirinya bekerja. Sehingga bersama pekerja lainnya turut membantu korban yang selamat. “Ketika menyelamatkan balita, dari salah satu kendaraan, waktu itu ibunya minta tolong karena tangannya kesakitan,” papar Rita.


Sedangkan dalam kejadian tersebut, seluruh korban luka maupun meninggal langasung di evakuasi ke Rumah Sakit di Purwakarta, yaitu Rumah Sakit Siloam, Rumah Sakit Thamrin, RS Bhakti Husada, dan RSUD Bayu Asih.


“Masih terbayang ya, ngeri pokoknya,” pungkasnya.Kecelakaan maut di KM 91.400 Tol Cipularang membuat pekerja proyek yang sedang membangun pondasi penahan jalan menjadi trauma. Kecelakaan beruntun ini melibatkan 21 kendaraan di jalur Bandung mengarah ke Jakarta. (lip/kom/jun)

%d blogger menyukai ini: