Bondowoso, Memox.co.id – Ada yang menarik dalam upacara HUT Kemerdekaan RI yang ke 76, kali ini upacara menggunakan Bahasa Madura di Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso. Yang mengikuti upacara bukan pejabat, tapi pemuda dan warga setempat. Tempatnya pun bukan di lapangan atau halaman kantor, tapi di tegalan (kebun) dekat situs megalitik, Selasa (17/8/2021).
Diantara kalimat yang digunakan adalah, “Enspektor opacarah eyatoreh ngalak kenengan” (inspektur upacara dipersilakan mengambil tempat). “Tan-tretan anyanyi endonesa rajeh” (pasukan menyanyikan lagu Indonesia Raya).
Afif, pemuda Desa setempat mengatakan, upacara diselenggarakan sesuai kondisi lokal atau orang menyebutkan kearifan local. “Yang penting substansinya. Yaitu Menghormati dan menghargai pengorbanan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan RI. Uniform formalitas itu hanya design saja,” kata Afif.
Ditambahkan, tempatnya pun sengaja mengambil tempat dekat peninggalan pra-sejarah. Agar mereka tahu, Bondowoso pernah punya sejarah, tidak bim salabim langsung menjadi Bondowoso. Di Desa Maskuning Kulon ada sekitar 58 situs peninggalan zaman pra sejarah berupa dolmen.
“Agar pemuda juga mengenal peninggalan sejarah yang saat ini dalam proses pengusulan pada UNESCO dalam rangka Program Ijen Geopark. Para peserta upacara menggunakan pakaian seadanya dan rata-rata tidak bersepatu. Tidak ada kesan formalitas seperti pada umumnya upacara yang lain,” ungkapnya. (sam/mzm)
