Kasrem 083/BDJ Dampingi Pangdam V /BRW Kelokasi Pasca Terbakarnya Lereng Gunung Arjuna

Batu, Memox.co.id – Kasrem 083/BDJ  (Baladhika Jaya )Letkol Arm Budi Santoso mewakili Danrem 083/BDJ Kol Inf Zainuddin sambut kedatangan Pangdam V /BRW Mayjen TNI R.Wisnoe Prasetya Boedi bertempat di Balai Kota Among Tani Batu,Senin (5/08/19).

Kunjungan Pangdam V /BRW Mayjen TNI R.Wisnoe Prasetya Boedi berserta rombongan dalam rangka melaksanakan pengecekan penanganan kebakaran hutan pasca kebakaran yang terjadi  dikawasan lereng  gunung Arjuna Kota Batu. 

Kedatangan Pangdam V/BRW Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi juga disambut  Walikota Batu Dewanti Rumpoko bersama Forpimda Kota Batu .Sekaligus juga  menerima paparan singkat tentang penanganan Kebakaran di Wil. Kota Batu oleh Kepala BPBD Kota Batu  Sasmito.

Didampingi Kasrem 083/BDJ Letkol Arm Budi Santoso Pangdam V/Brw Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi melanjutkan peninjauan lokasi kebakaran di dua  titik yakni  lereng gunung  Arjuna dari pos pantau Tahura di Desa Sumberbrantas Kecamatan  Bumiaji. 

KETERANGAN :Pangdam V / BRW Mayjen TNI R.Wisnoe Prasetya Boedi saat memberikan keterangan usia meninjau lokasi kebakaran hutan yang ada dilereng gunung Arjuna

Saat melihat lokasi kebakaran Pangdam V/BRW Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi menyampaikan, Sektor kebakaran ini agar semua pihak berperan untuk mengambil langkah preventif agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, dengan menyiapkan alat pemadam kebakaran yang memadai.

Termasuk membuat pembatas tanggul, yang bisa dimemanfaatkan sebagai lahan tidur untuk dapat dijadikan lahan perkebunan, yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat sekitar,”terangnya.

Tidak lupa Pangdam V /BRW juga  mengingatkan  kepada setiap prajurit untuk tetap siaga dan waspada dalam menghadapi cuaca yang ekstrem saat ini seperti musim  kemarau dan angin kencang.

“Sosialisasikan kepada lapisan masyarakat maupun warga yang tinggal  dikawasan rawan kebakaran hutan. “Agar selalu waspada dan tanggap terhadap kebakaran lahan yang mungkin dapat terjadi kapanpun, “pesannya. (fik)

%d blogger menyukai ini: