Kasih Sayang Tanpa Batas: Pengasuh Yayasan Peduli Kasih KNDJH Dalami Konsep Gentle Parenting

Oleh: Fajrina Azzuhra Maysarah, Kesejahteraan Sosial, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

MEMOX.CO.ID – Pada tanggal 4 September 2024 Praktikan kelompok 3 yang melaksanakan praktikum 1 kelembagaan menggelar kegiatan bermanfaat bagi para pengasuh di Yayasan Peduli Kasih KNDJH (Kisah Nyata dan Jeritan Hati). Kali ini, menyelenggarakan Sharing Session dengan tema “Gentle Parenting”, sebuah konsep pola asuh yang mengedepankan kelembutan, kasih sayang, serta pemahaman terhadap kebutuhan emosional anak. Kegiatan ini diadakan untuk memperkuat keterampilan para pengasuh dalam menerapkan pendekatan pengasuhan yang lebih positif dan empatik, sesuai dengan perkembangan terkini dalam psikologi anak.

Sharing session ini merupakan salah satu bagian dari program kerja kelompok praktikum 1 kelembagaan kelompok 3 Jurusan Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang, yang bekerjasama dengan Yayasan Peduli Kasih KNDJH dalam rangkaian kegiatan edukatif. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas wawasan para pengasuh, tetapi juga memberi kesempatan untuk berbagi pengalaman sehari-hari dan berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam merawat anak-anak dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama beberapa jam ini, seorang psikolog berpengalaman hadir sebagai narasumber utama. Ia menjelaskan secara rinci tentang apa itu gentle parenting dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Gentle parenting adalah pendekatan yang menekankan komunikasi positif, empati, serta penghargaan terhadap perasaan dan kebutuhan anak. Pendekatan ini, menurut psikolog, menghindari penggunaan kekerasan atau otoritarianisme dalam mendisiplinkan anak, dan berfokus pada membimbing anak dengan penuh kasih sayang dan pengertian. Melalui metode ini, anak-anak dapat belajar untuk memiliki kontrol diri, tanggung jawab, dan kepercayaan diri yang lebih baik.

Selain itu, gentle parenting juga melibatkan pengasuh dalam mendukung perkembangan emosional anak melalui komunikasi terbuka. Anak-anak diberi kesempatan untuk mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang sehat, serta diajarkan bagaimana mengelola emosi mereka sendiri. “Gentle parenting menekankan bahwa anak bukanlah miniatur orang dewasa, melainkan individu yang sedang berkembang dan membutuhkan bimbingan penuh kesabaran,” ujar psikolog dalam pemaparannya.

Pendekatan ini relevan dengan latar belakang anak-anak di Yayasan Peduli Kasih KNDJH, yang berasal dari berbagai situasi sulit. Anak-anak disini sering kali telah mengalami trauma, kehilangan, atau situasi yang mempengaruhi kondisi psikologis mereka. Oleh karena itu, penting bagi para pengasuh untuk memahami cara terbaik dalam membantu mereka melalui proses penyembuhan dan perkembangan yang sehat.

Tidak hanya berfokus pada penyampaian teori, Sharing Session ini juga menyediakan ruang bagi para pengasuh untuk berbagi pengalaman pribadi mereka dalam mengasuh anak-anak di yayasan. Diskusi ini menjadi momen penting karena para pengasuh dapat saling belajar dari situasi nyata yang mereka hadapi sehari-hari. “Kita sebagai pengasuh tentu menghadapi banyak tantangan, terutama karena setiap anak memiliki keunikan dan latar belakang masing-masing. Metode yang dibagikan di sini sangat membuka mata kami untuk memahami pentingnya komunikasi yang lebih efektif dan bagaimana menghadapi emosi anak dengan cara yang lebih positif,” ujar salah satu pengasuh yang mengikuti acara.

Menurut pengasuh lainnya, Sharing Session ini memberikan wawasan baru yang sangat dibutuhkan. “Dalam kegiatan sehari-hari, kami sering kali harus menghadapi situasi di mana anak-anak merasa kesal, frustasi, atau bahkan marah. Terkadang, tanpa sadar kami mungkin menanggapi dengan cara yang justru memperburuk keadaan. Tapi melalui sesi ini, kami belajar bagaimana merespons mereka dengan lebih tenang dan penuh empati,” jelasnya.